SiMoDIS Tingkatkan Kepatuhan Pelaku Bisnis Ekspor Dan Impor

Sebagai negara yang memiliki banyak Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, Indonesia sudah dikenal sebagai negara pengekspor ke berbagai negara. Selain itu, luasnya pasar Indonesia dan juga potensial membuat bisnis impor tumbuh dengan subur hingga saat ini. Negara Cina menjadi salah satu negara yang banyak mengimpor masuk ke Indonesia terutama barang-barang retail, disusul oleh negara Amerika dan Australia.

Tingginya kegiatan ekspor dan impor yang kian marak membuat pemerintah terus berupaya meningkatkan penerimaan devisa dari bidang tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengatur kebijakan kegiatan melalui Sistem informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika (SiMoDIS) yang telah disepakati kerjasamanya antara Bank Indonesia (BI) dan juga Kementrian Keuangan (KEMENKEU), kerjasama tersebut bertujuan sebagai salah satu langkah penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan devisa impor agar lebih maksimal.

Dilihat dari sisi teknisnya, SiMoDIS akan mengintegrasikan informasi dokumen,barang dan uang melalui dokumen ekspor dan impor dari Direktorat Jenderal Bea Cukai dan data NPWP dari Direktorat Jenderal Pajak sehingga kegiatan bisnis pun mudah dipantau.

Dengan masih tingginya kegiatan ekspor dan impor maka BI dan KEMENKEU akan terus berkomitmen meningkatkan SiMoDIS lebih lanjut untuk kedepannya hingga tahap ke II pada tahun 2020. Perlu kita ketahui, nilai ekspor di Tanah Air pada periode akhir tahun 2018 mencapai US$15,80 miliar atau meningkat 3,59 persen dibanding periode akhir tahun 2017. Sedangkan untuk nilai impor Indonesia pada tahun 2018 mencapai US$17,62 miliar atau meningkat 23,66 persen dari tahun 2017.

Adapun barang-barang yang di ekspor Indonesia ke negara lain antara lain mesin, perhiasan, kayu/furniture, pakaian jadi, kendaraan bermotor, karet dan bahan bakar dan kerajinan. Sedangkan barang-barang yang di impor ke Indonesia banyak diimpor dari negara Cina yang sudah terkenal dalam memproduksi barang seperti barang-barang retail, spare part kendaraan, mesin, dan lainnya. Untuk bahan baku makanan juga banyak diimpor oleh negara Thailand, Vietnam, India, Malaysia, Australia dan Amerika.

Kiat Jitu Mengawali Bisnis Anda di Tahun 2019

Perkembangan bisnis jual beli online diprediksi masih akan terus berkembang pesat di Indonesia, hal tersebut ditandai dengan terus meningkatnya total pendapatan e-commerce Tanah Air dari tahun ke tahun. Seperti riset yang dikutip oleh Databoks.id memprediksi pada tahun 2016 hingga tahun 2022 kedepan nilai transaksi ritel di Indonesia akan terus tumbuh 133,5% senilai US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp 219 triliun hingga tahun 2022.

Tentunya peluang tersebut menjadi kesempatan yang sangat positif bagi industri jual beli online khususnya di Tanah Air untuk terus mengembangkan sayap bisnisnya. Tidak hanya menjadi peluang bagi pebisnis saja namun maraknya jual beli online juga berdampak terhadap munculnya lapangan kerja baru.

Lalu bagaimana dengan tren bisnis di tahun 2019?

Dalam program “Ngobrol Sore Bareng Om Faizal” dalam channel Youtubenya bersama dengan para entrepreneurnya, membenarkan di tahun 2019 nantinya bisnis jual beli online akan terus lebih booming lagi daripada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu juga akan banyak generasi muda di Indonesia akan berpikir untuk menjadi owner ataupun CEO. Tidak hanya itu saja, industri digital marketing (pemasaran digital) di Tanah Air juga turut berpengaruh sehingga akan lebih banyak bermunculan lagi karena banyaknya bisnis online yang bermunculan pada tahun 2019.

Bagaimana bisnis online bisa bersaing dengan kompetitornya?

Tidak bisa dipungkiri lagi berkembangnya bisnis online berdampak terhadap kelangsungan bisnis offline yang sinarnya terus meredup. Untuk itu, perlu adanya inovasi dan pembaruan bagi para pebisnis retail offline yang harus mengikuti arus perkembangan zaman salah satunya membuka juga jalur distribusi online. Bisa kita lihat toko-toko retail di pusat-pusat perbelanjaan seperti contohnya di ITC banyak yang menutup gerai offlinenya dan beralih ke platform online tetapi masih ada juga toko-toko yang bertahan membuka gerai offline nya dibarengi dengan penjualan secara online.

Namun bagaimana kita dapat bersaing dengan banyaknya jenis produk yang hampir mirip ataupun sama dengan produk kita bahkan lebih murah? Jawaban singkatnya adalah branding, dalam diskusinya Om Faizal menjelaskan sering kali para konsumen online membandingkan harga produk yang satu dengan harga produk yang lain dengan yang lebih murah sehingga perang harga antar penjual untuk menarik konsumen pun tak bisa terhindarkan

Untuk itu, setiap pelaku bisnis di tahun 2019 ini harus memikirkan branding produknya terutama para pebisnis yang menjual produk-produknya yang banyak dijual dipasaran. Dengan adanya branding tentunya persaingan harga antar produk tidak menjadi persoalan lagi bagi para pebisnis karena masing-masing produk memiliki kredibilitas dan target market yang jelas serta loyalitas para konsumennya terhadap produk itu sendiri.

Awal tahun menjadi momen yang tepat dalam membangun bisnis

Dalam menjalankan bisnisnya, bagi Om Faizal awal tahun menjadi momen yang tepat dalam mengevaluasi sebuah bisnis yang sedang ia jalankan ataupun bisnis yang akan dirintisnya. Dengan belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya kita tidak akan jatuh di kegagalan maupun kesalahan yang sama, seperti misalnya apakah pola bisnis yang kita jalani dalam berapa tahun ini cukup berkembang? Atau malah justru tidak berkembang. Dari hasil review tersebut kedepannya kita dapat memprediksi arah bisnis yang akan kita jalani perlu dirubah atau tidak.

Tahun Baru Keahlian Baru

Tidak hanya evaluasi saja, tahun baru jadi resolusi untuk menambah keahlian yang kita miliki. Dalam diskusi sesi terakhirnya Om Faizal menekankan kepada kita semua untuk perlu terus belajar, tidak hanya belajar dari masa lalu namun perlunya masing-masing individu dibekali dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Contohnya kita bisa belajar bahasa baru yang berhubungan dengan bisnis kita, bisa juga belajar tools-tools baru yang dapat menunjang bisnis. Tidak ada salahnya kita belajar hal baru yang positif agar bisnis kita berkembang bukan? Semakin banyak kita belajar ilmu baru semakin banyak bekal kita untuk menghasilkan pendapatan, “ tutur Faizal.

Barang Impor yang Tidak Kena PPN

Pada dasarnya, barang impor merupakan objek dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Namun, karena adanya pertimbangan tertentu seperti ekonomi, sosial, dan menyangkut pertahanan negara, pemerintah mengaturnya sendiri dalam sebuah kerangka undang-undang. Contohnya Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009.

Oleh sebab itu, ada beberapa barang yang dikecualikan dan bebas dari PPN, baik barang yang bergerak, tidak bergerak, maupun tidak berwujud. Barang impor apa saja yang tidak kena pajak PPN? Berikut di antaranya.

Barang untuk Keperluan Strategis

Barang untuk keperluan strategis di sini adalah berupa mesin dan peralatan pabrik. Baik yang sudah dalam kondisi terpasang atau terlepas, tetapi tidak termasuk suku cadangnya. Hal ini dapat dicontohkan dengan perlengkapan yang diperlukan oleh TNI/POLRI seperti senjata, amunisi, kendaraan lapis baja, dan kendaraan patroli. Juga termasuk komponen dan bahan yang belum dibuat dalam negeri untuk keperluan TNI/POLRI.

Barang-barang tersebut tidak kena pajak dengan persyaratan jika diperlukan langsung dalam proses menghasilkan barang kena pajak. Selanjutnya, barang diimpor oleh pengusaha Kena Pajak yang menghasilkan Barang Kena Pajak tersebut. Terakhir adalah tidak dipindahtangankan sesuai dengan tujuan semula dalam jangka waktu lima tahun sejak impor.

Makanan Ternak

Selanjutnya adalah makanan untuk ternak. Makanan ternak yang dimaksud di sini antara lain untuk unggas, ikan, dan bahan baku pembuatan makanan tersebut. Setidaknya terdapat lima belas rincian bahan pakan ternak yang bebas PPN ini. Beberapa di antaranya adalah hydrolyzed feather meal dan feather meal, blood meal dari ruminansia, jagung, kacang kedelai pecah maupun utuh, dan tepung kasar maupun pellet dari ruminansia dan unggas.

Makanan ternak berikutnya adalah sekam, dedak, dan residu lainnya yang berasal dari pengayakan dan penggilingan gandum. Termasuk pula dari residu jagung maupun endapan dan sisa dari pembuatan bir serta penyulingan. Hingga berbagai risidu dari sayur, bunga, dan sisa nabati lain yang tidak layak dikonsumsi manusia dan khusus untuk makanan ternak saja.

Hasil Pertanian

Barang hasil pertanian juga tidak terkena PPN. Beberapa yang termasuk di sini di antaranya hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perburuan, dan penangkapan. Tidak ketinggalan hasil dari penangkaran atau budidaya.

Hasil pertanian ini juga termasuk sayur atau buah dan sejeinsinya yang dipetik atau diambil secara langsung. Bentuk lainnya adalah bahan yang diambil melalui proses sadap langsung dari sumbernya, termasuk dengan tujuan memperpanjang usia simpan.

Bibit Tanaman

Selain hasil pertanian, bibit atau benih pertanian juga tidak termasuk barang yang terkena PPN. Begitu pula dengan bibit tanaman untuk perkebunan dan keperluan kehutanan. Juga termasuk di dalamnya untuk pengadaan benih peternakan dan penangkaran serta perikanan.

Alat yang Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak

Barang impor lain yang tak kena pajak PPN adalah benda-benda yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Contohnya adalah buku-buku pelajaran umum, kitab suci agama, serta buku pelajaran agama. Di samping itu, termasuk peralatan dalam dunia transportasi dan suku cadangnya.

Peralatan transportasi tersebut antara lain adalah angkutan kapal laut. Beberapa yang termasuk adalah kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan, kapal penangkap ikan, tongkang, dan keselamatan pelayaran dan manusia. Begitu juga dengan transportasi udara serta alat keselamatan udara dan manusia, baik untuk perbaikan atau pemeliharaannya. Termasuk kereta api dan suku cadang serta perlengkapan lainnya yang digunakan oleh PT. Kereta Api Indonesia.

 

Itulah beberapa contoh barang impor yang tidak kena pajak impor. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang pajak barang impor.

Peluang dan Tips Jual Buku Impor Secara Online

Photo credit: unsplash.com

Berjualan barang impor sebenarnya tidak hanya terbatas pada pakaian, furnitur, atau peralatan elektronik. Buku impor di Indonesia ternyata juga memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Pasalnya, ada banyak buku-buku yang tidak beredar di toko buku konvensional dalam negeri. Oleh sebab itu, berjualan buku impor dapat menjadi alternatif bisnis terbaik untuk Anda. Agar dapat memanfaatkan peluang dengan baik, simak tips jual buku impor secara online berikut ini.

Mengetahui permintaan pasar

Hal pertama yang harus diperhatikan ketika Anda hendak berjualan buku impor secara online adalah mencari tahu buku-buku apa yang banyak diminati pembaca dalam negeri. Anda dapat mengecek tren buku internasional yang sedang hype di kalangan masyarakat tanah air. Mulai dari buku bacaan saintifik hingga fiksi tentu memiliki target market yang berbeda-beda. Ada baiknya jika Anda menyesuaikan dengan ‘kepada siapa buku itu akan dijual’. Dengan begitu, buku impor yang ditawarkan memiliki pasar yang tepat.

Memilih supplier terbaik

Dalam berjualan barang impor, sebagai importir Anda tentu harus memilih supplier terbaik. Artinya, buku-buku impor yang ditawarkan merupakan cetakan asli dan dalam kondisi yang masih bersegel. Pastikan juga bahwa supplier tersebut menyediakan fitur pengembalian apabila terjadi kerusakan buku import selama ekspedisi. Hal ini perlu diperhatikan agar Anda tetap mendapat kepercayaan dari konsumen setia.

Menjual dengan harga bersaing

Setelah mendapatkan buku impor dengan kualitas terbaik, sekarang saatnya menentukan harga jual buku tersebut. Hindari untuk membanderol buku impor dengan harga sangat tinggi hanya untuk memperoleh keuntungan. Sebaliknya, Anda dapat menetapkan 10-20% keuntungan dari masing-masing buku impor tersebut. Memang keuntungan yang diperoleh tidak cukup besar, tetapi dengan harga bersaing, buku impor Anda lebih diminati dan pembelian akan berlangsung secara kontinu.

Kemas dalam packaging menarik

Beberapa penjual buku impor terkadang hanya menyertakan sampul plastik bawaan buku tersebut. Nah, untuk menjadi lebih unggul di kalangan konsumen, Anda dapat membuat inovasi terbaru dengan mengemas buku impor dalam packaging menarik. Letakkan buku di dalam box dengan warna-warna cantik, lengkap dengan bonus pembatas buku. Kemasan yang menarik ini akan mendukung peningkatan pada angka penjualan buku impor Anda.

Memanfaatkan platform media sosial

Selain berjualan di situs e-commerce, Anda juga bisa memanfaatkan berbagai platform media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah Instagram. Jual buku impor di Instagram membutuhkan tingkat kreativitas dalam menampilkan foto produk Anda. Pastikan yang ditampilkan adalah buku-buku impor hasil jepretan Anda sendiri agar tidak tersandung persoalan hak cipta. Selain itu, tambahkan juga tagar seperti #bookgrammer atau #bukuimpormurah agar lebih mudah ditemukan pengguna yang lain.

Buat sistem PO dan pilih ekspedisi terpercaya

Jika Anda memiliki modal terbatas untuk menjual buku impor, tidak ada salahnya mencoba peluang dengan memanfaatkan sistem pre-order alias PO. Dengan begini, Anda hanya akan membeli buku-buku impor pesanan pelanggan kepada pihak supplier. Namun, biasanya penjualan buku impor dengan sistem PO harus diawali dengan pembayaran DP setidaknya hingga 50% dari harga buku. Jangan lupa, pilih ekspedisi terpercaya agar buku impor lekas tiba di kota tujuan pelanggan dan berada dalam kondisi yang aman atau tidak mengalami kerusakan.

Tunggu apa lagi? Jual buku impor secara online tidak sesulit apa yang Anda bayangkan. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Begini Cara Impor Barang yang Tepat dan Aman

Photo Credit: PxHere.com

Ada kalanya barang yang Anda inginkan tidak dapat ditemukan di Indonesia. Sebagai alternatif, mungkin Anda akan mempertimbangkan untuk mengimpor barang dari luar negeri. Namun, membeli barang dari luar negeri jelas tidak sama dengan di Indonesia. Anda harus menghadapi lebih banyak peraturan dan ketentuan untuk dipatuhi.

Hal tersebut mungkin akan membuat Anda enggan untuk mengimpor barang dari luar negeri. Padahal, dengan cara yang tepat, Anda bisa mendapatkan barang incaran dengan aman. Berikut ini tips yang dapat Anda lakukan agar kegiatan impor Anda tetap aman berjalan.

Tentukan barang yang ingin Anda impor

Pertama-tama, yang harus dilakukan sebelum melakukan impor adalah menentukan jenis barang. Anda harus sangat berhati-hati saat menentukan barang karena impor berkaitan dengan proses bea cukai yang terkenal rumit. Pastikan barang yang akan Anda impor bukan merupakan barang yang dilarang untuk masuk ke Indonesia.

Anda bisa mengecek apakah barang incaran dilarang untuk masuk ke Indonesia atau tidak melalui repository Indonesia National Trade. Situs yang dikelola oleh Indonesia National Single Window ini tergolong cukup up-to-date sehingga Anda bisa mengetahui barang apa saja yang dilarang untuk masuk ke Indonesia hingga saat ini.

Temukan supplier yang terpercaya

Agar barang impor incaran Anda bisa sampai dengan selamat, carilah supplier yang terpercaya.  Jika Anda mengimpor barang melalui situs e-commerce, biasanya akan terlihat mana supplier yang terpercaya dan tidak. Tetapi jika tidak, Anda bisa memilih negara importir yang memiliki tingkat keamanan tinggi seperti Singapura, Qatar, dan Taiwan. China yang selama ini dikenal sebagai pemasok beragam barang di dunia juga tergolong sebagai negara yang aman.

Pilihlah cara pengiriman yang tepat

Barang yang Anda impor tidak akan sampai ke tempat tanpa adanya pengiriman. Pengiriman merupakan hal yang paling krusial dalam impor barang karena membutuhkan waktu paling lama. Selain itu, dalam proses pengiriman, status barang Anda menjadi rawan karena tidak dapat dipantau secara langsung.

Untuk itu, Anda perlu memilih cara pengiriman yang tepat. Jika barang yang Anda impor kurang dari 100 kg, ada baiknya untuk memilih pengiriman lewat udara. Namun, jika barang yang Anda impor banyak dan lebih dari 100 kg, jalur laut merupakan pilihan yang tepat. Supaya lebih mudah, Anda bisa memilih jasa pengiriman yang terpercaya dan mereka akan menentukan mana yang lebih baik.

Sebaiknya gunakan asuransi

Agar keamanan barang Anda semakin terjamin, sebaiknya gunakanlah asuransi. Biasanya, pihak pengiriman akan menawarkan asuransi guna melindungi keamanan barang. Ini memang akan membuat jumlah uang yang harus Anda bayarkan bertambah, tapi ada baiknya keluar duit lebih daripada merugi di akhir. Komunikasikan dengan supplier Anda supaya keamanan terjaga dan bila suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan, mereka tidak akan lepas tangan.

Perhatikan urusan kepabeanan

Poin terakhir ini merupakan bagian paling mendebarkan dari proses impor karena akan ada kemungkinan barang Anda ditahan oleh pihak Bea Cukai. Jadi, pastikan barang Anda bukanlah barang terlarang. Jangan lupa juga untuk membayar bea masuk, cukai, pajak penghasilan 22, dan biaya lainnya. Baca ketentuan impor yang dibuat oleh Bea Cukai untuk meminimalisir risiko terjadinya barang yang ditahan.

Selama ini, mengimpor barang identik dengan proses yang rumit dan penuh risiko. Namun, jika Anda menerapkan tips di atas, risiko tersebut dapat diminimalisir. Untuk proses impor yang aman, Anda bisa menggunakan situs terpercaya seperti Importir.

Begini Tips Impor Barang untuk Pemula yang Layak Anda Coba

Photo Credit: Pixabay

Bisnis impor barang saat ini mengalami kenaikan tren dan perkembangan yang pesat. Bergelut di dunia bisnis impor barang dari luar negeri memang bukan hal yang mudah. Namun, tantangan tersebut dapat Anda taklukkan bila memiliki pengetahuan dan memahami seluk beluk bisnis impor dengan baik. Apa saja yang harus dilakukan untuk memulai bisnis impor? Inilah tips impor barang untuk pemula yang layak Anda coba.

Lakukan riset

Sebelum memulai terjun di dunia bisnis impor, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan riset, baik riset produk maupun riset pasar. Pastikan bahwa Indonesia memiliki pasar yang tepat untuk produk yang akan Anda impor. Lakukan riset tentang jenis produk apa yang saat ini sedang diminati oleh pasar Indonesia.

Ingat, barang impor memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sebaiknya untuk pemula jangan mencari barang yang mahal, namun pilihlah produk yang unik, jarang ada di Indonesia, dan memiliki harga yang murah untuk dijual lagi. Carilah supplier yang terpercaya sehingga dapat mengurangi risiko saat Anda mengimpor barang.

Cari harga kompetitif

Setelah anda menentukan produk yang sesuai, carilah penjual yang mematok harga paling kompetitif. Kesulitan? Anda bisa memanfaatkan platform jual beli online. Bila melakukan impor dari Tiongkok, lakukan perbandingan harga jual dari situs online seperti TaoBao atau AliExpress. Situs tersebut memberikan informasi mengenai rata-rata harga dan siapa saja supplier yang menjualnya. Tanyakan informasi terkait ketentuan pembelian seperti MQQ (Minimun Order Quantity) dan spesifikasi dari produk.  Cara ini akan membuat Anda mendapatkan supplier terbaik dengan harga yang paling terjangkau.

Pelajari cara pemasaran

Mengerti cara memasarkan produk  adalah hal yang sangat penting bagi seorang importir. Anda harus memahami cara menjual produk secara online dengan memanfaatkan market place yang ada di Indonesia atau melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Cara pemasaran seperti ini dapat mempercepat pengenalan produk Anda dengan cost yang murah.

Mengurus kepabeanan

Kepabeanan adalah segala hal yang berhubungan dengan pemantauan lalu lintas barang masuk dan keluar daerah pabean. Dalam kepabeanan, ada yang disebut dengan API (Angka Pengenal Importir), yakni tanda pengenal Anda sebagai importir.

API terbagi menjadi dua, yaitu API-U yang ditujukan pada barang impor yang akan diperdagangkan lagi dan API-P yang barangnya akan digunakan sendiri oleh perusahaan. Banyak ketentuan yang harus Anda penuhi dalam mengimpor barang dan membutuhkan banyak dokumen. Izinnya bisa Anda urus di dinas perdagangan setempat agar tidak terjadi masalah saat barang telah sampai di bea cukai.

Pahami tahapan proses impor

Setelah mengerti cara berbisnis impor, Anda harus memahami tahapan proses cara impor barang ke Indonesia. Untuk memulainya, ada beberapa tahapan proses. Setelah harga, kulitas dan kuantitas barang disetujui oleh kedua belah pihak, proses pembayaran bisa dilakukan. Perjanjian perdagangan (term of trade) akan disepakati dan barang akan dikirim. Sesuaikan dengan berapa lama Anda ingin barang tersebut sampai ke tempat tujuan. Proses validasi data-data selanjutnya akan dilakukan, baik pengiriman lewat jalur darat, laut dan udara.

Impor barang dan aktivitas perdagangan internasional memang identik dengan proses yang lama dan juga rumit. Tak hanya itu, mau tidak mau Anda juga harus berurusan dengan peraturan dan hukum dari dua negara yang berbeda. Namun, bila Anda terus belajar dan memahami seluk beluknya dengan baik, maka peluang bisnis impor barang ini bisa sangat menguntungkan. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Cara Mencari Supplier Barang Impor yang Aman dan Terpercaya

Photo Credit: PxHere.com

Jika Anda berminat untuk berjualan, mencari barang dagangan dari luar negeri bisa menjadi solusi. Ada kalanya barang yang dijual di luar negeri memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan barang dari dalam negeri. Namun, yang menjadi permasalahan di sini adalah jarak.

Jarak membuat Anda kesulitan untuk menentukan keamanan supplier dari luar negeri karena Anda tidak bisa mengecek langsung. Tenang saja, berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan supplier barang impor yang aman dan terpercaya.

Tentukan barang dan target market Anda

Tanpa adanya detail yang terperinci mengenai barang yang Anda inginkan, proses impor tidak akan terjadi. Oleh karena itu, jauh sebelum menentukan supplier, Anda sudah harus mengetahui barang apa yang akan diimpor.

Guna memudahkan Anda untuk menentukan barang, tentukanlah target market terlebih dahulu. Anda bisa memilih barang yang sedang populer dan banyak peminatnya saat ini. Selain itu, supaya barang yang Anda impor cepat terjual kembali, pilihlah barang yang memang sudah memiliki pasar sendiri namun susah didapatkan di sini, seperti barang koleksi semacam action figure.

Lakukan riset kecil-kecilan

Setelah Anda mengetahui barang untuk diimpor, sekarang saatnya mencari supplier. Seharusnya, dengan mengetahui barang yang akan diimpor, Anda akan lebih mudah untuk mencari supplier. Hal ini dikarenakan saat Anda telah memutuskan untuk mengimpor suatu barang, secara tidak langsung daftar pencarian akan menyempit.

Langkah awal yang dapat Anda lakukan untuk mencari supplier adalah dengan melakukan riset kecil. Anda bisa mencoba menanyai teman yang sudah berpengalaman dalam bidang impor atau dengan mendatangi pameran impor.

Manfaatkan mesin pencari online

Jika Anda tidak memiliki kenalan yang berpengalaman dalam bidang impor, cobalah untuk memulai pencarian Anda dari mesin pencari online. Saat ini, beragam informasi dapat terlacak oleh mesin pelacak. Oleh karena itu, mencari supplier barang impor juga seharusnya dapat dilakukan oleh mesin pelacak. Cukup masukkan keywords tertentu dan Anda akan mendapatkan informasi yang diinginkan.

Perhatikan izin dan track record

Setelah mendapatkan beberapa nama supplier dari riset dan pencarian yang telah Anda lakukan, jangan langsung terburu-buru menghubungi mereka. Banyak data yang harus Anda pastikan dan cek kebenarannya. Salah satunya adalah izin dan track record mereka. Pastikanlah mereka memiliki reputasi yang baik.

Anda dapat mengecek hal-hal tersebut melalui ulasan yang diberikan oleh pelanggan mereka. Untuk izin, biasanya supplier besar akan mencantumkannya karena hal tersebut merupakan sebuah nilai jual tersendiri.

Jangan lupakan metode pembayaran

Dengan poin-poin di atas, seharusnya Anda sudah bisa menemukan supplier yang aman dan terpercaya. Namun, karena urusan impor terkait dengan dana yang tidak sedikit, Anda harus ekstra hati-hati.

Ada baiknya Anda juga mencari tahu metode pembayaran apa yang digunakan oleh supplier incaran. Sebuah poin tersendiri jika supplier yang Anda pilih menggunakan metode PayPal atau Letter of Credit (L/C). Kedua metode pembayaran ini dikenal lebih aman jika dibandingkan dengan metode lain seperti open account atau pembayaran langsung karena uang akan “ditahan” dulu oleh pihak ketiga sebelum diberikan kepada supplier.

Gunakan situs jual beli yang terpercaya

Jika Anda masih belum bisa menemukan supplier barang impor, situs jual beli yang sudah terpercaya bisa jadi solusi terbaik. Mencari supplier melalui situs jual beli mampu meminimalisir risiko. Supplier yang ada dalam situs jual beli akan cenderung susah untuk melakukan kecurangan karena ada sistem yang mengawasi mereka.

Gunakan situs impor seperti Importir untuk mencari supplier barang impor. Importir telah mengirimkan puluhan ribu barang impor sejak tahun 2015 dan telah terhubung dengan dua belas negara produsen. Kualitas layanannya tak perlu Anda ragukan lagi.

Itulah beberapa cara yang bisa lakukan untuk mencari supplier barang impor yang aman dan terpercaya. Kuncinya adalah jangan malas melakukan riset untuk memastikan track record dan kualitas layanan yang diberikan oleh supplier barang impor.

Ini Penyebab Harga Barang Impor Selalu Mahal

Photo Credit: Pixabay

Barang dari luar negeri dibanderol dengan harga relatif lebih mahal di Indonesia jika dibandingkan di negara asalnya. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui produk tersebut sebelum akhirnya bisa masuk ke Indonesia. Selain karena ongkos kirim, biaya tambahan berupa bea masuk membuat harga barang tersebut naik drastis begitu masuk di Indonesia. Apa saja penyebab lainnya? Inilah penyebab harga barang impor selalu mahal.

Nilai tukar mata uang

Pergerakan nilai tukar mata uang mempengaruhi hubungan dagang dan ekspor impor antar negara. Nilai tukar mata uang yang tinggi akan membuat ekspor sebuah negara lebih mahal dan impor yang lebih murah di pasar luar negeri. Begitu pula sebaliknya. Nilai tukar mata uang rupiah yang cenderung selalu lemah inilah yang membuat harga barang impor menjadi mahal begitu tiba di Indonesia. Kebijakan devaluasi yang dilakukan pemerintah, yaitu menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing, juga menyebabkan harga barang impor menjadi mahal.

Penetapan tarif bea masuk

Tarif bea masuk yang dikenakan pada barang-barang impor menjadi salah satu penyebab harga barang impor menjadi mahal. Setiap barang yang masuk ke dalam negeri pasti dikenakan bea masuk dan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 188 Tahun 2010 tentang Batasan Harga Barang yang Dikenakan Bea Masuk. Terutama barang-barang impor yang tidak punya nilai guna ataupun nilai tambah bagi perekonomian nasional, misalnya barang-barang branded.

Bila barang yang diimpor adalah barang yang mahal dan bermerek, barang tersebut akan terkena pajak barang (tax). Besarnya disesuaikan dengan negara yang dituju. Penarikan tarif adalah salah satu cara pemerintah untuk mendapatkan pemasukan bagi anggaran belanja negara.

Shipping lokal

Shipping lokal juga menjadi faktor yang mempengaruhi mengapa harga barang impor mahal. Misalnya, shipping lokal Cina yaitu pengiriman dari toko ke jasa pengiriman internasional. Begitu pula sebaliknya, setelah barang sampai ke Indonesia, barang tersebut akan sampai ke jasa importir (agen) yang ada di Indonesia, misalnya Jakarta atau Surabaya.

Dari agen tersebut, barang akan dikenakan lagi cost local shipping dari kota tersebut ke rumah. Biaya ini dapat menyebabkan keuntungan penjualan berkurang sehingga para penjual harus menaikkan harga jual untuk mendapatkan margin dan menutupi kerugian.

International shipping

Pengiriman barang secara internasional melintasi batas negara dikenakan biaya yang cukup mahal. Baik pengiriman melalui jalur darat, laut dan udara, ongkos logistiknya sangat tinggi. Banyak importir yang mengeluhkan biaya pengiriman barang ini.  Pengiriman barang lewat laut biasanya memakan waktu sekitar 45 hari. Sementara bila melalui jalur udara dengan pesawat, akan memakan waktu 7-10 hari. Biaya port charge ini sangat mahal nilainya, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah dan bahkan lebih tinggi daripada biaya membayar pajak impor.

Risiko

Poin ini di luar hitungan bersih seperti poin sebelumnya. Meskipun tidak terhitung secara jelas, variabel keberanian mengambil risiko juga patut diperhitungkan karena importir tidak tahu apakah barang yang diimpor akan hadir dalam bentuk atau tampilan yang sesuai dengan harapan. Belum lagi adanya risiko tertipu oleh supplier bodong. Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih supplier yang benar-benar terpercaya dan memiliki track record yang baik. Lakukan riset dan bertanyalah kepada orang-orang yang sudah pernah menggunakan jasa supplier tertentu.

Harga barang impor umumnya selalu mahal karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Sampai saat ini, ongkos logistik di Indonesia jauh lebih mahal dibanding Singapura dan Malaysia. Namun, tak semua barang impor selalu mahal, misalnya produk-produk Cina yang berani membanting harga sehingga setelah melalui proses pengiriman, harganya tetap terjangkau untuk konsumen tanpa mengurangi kualitas.

Jangan Khawatir, Ini 5 Cara Mudah Mendapat Modal Beli Barang Impor

Photo credit: unsplash.com

Berbisnis barang impor cenderung lebih mudah memberi keuntungan, sebab Anda dapat membeli dengan harga lebih murah dan dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan.  Perbedaan antara biaya pembelian dan penghasilan kotor adalah laba bersih yang dapat Anda peroleh dari penjualan barang import

Sebelum mengimpor barang, sudah pasti Anda membutuhkan dana untuk membiayai pembelian dari supplier serta biaya pengiriman. Dalam keadaan ini, keuangan dalam bisnis Anda setidaknya akan diikat selama 30-60 hari hingga Anda memiliki barang impor yang siap untuk dijual ke pasar domestik. Tanpa modal usaha yang cukup, Anda bisa bangkrut bahkan sebelum memulai bisnis impor itu sendiri. Jangan khawatir, berikut adalah lima cara mudah mendapatkan modal untuk membeli barang impor. Yuk, simak!

Gunakan uang tabungan pribadi

Bagi importir pemula yang belum memiliki cukup modal untuk membeli barang impor, tak perlu tergesa-gesa untuk mengajukan pinjaman ke bank. Gunakan saja uang tabungan pribadi yang saat ini dimiliki. Tentu saja, cara ini jauh lebih aman dan tidak berisiko panjang seperti pinjaman yang harus dibayarkan secara rutin dalam nominal dan tenggat waktu tertentu. Namun, sebelum menggunakan uang tabungan, pertimbangkan juga apakah segala kebutuhan pokok Anda sudah dapat terpenuhi dengan baik.

Ajukan pinjaman bank

Jika bisnis barang impor mulai berkembang, maka Anda akan membutuhkan modal beli barang impor dengan nominal yang lebih besar. Dalam kondisi ini, Anda sudah diperkenankan untuk mengajukan pinjaman modal usaha dari bank. Beberapa bank konvensional di Indonesia menyediakan beberapa macam pilihan pinjaman, seperti Kredit Multi Guna dengan jaminan aset atau Kredit Tanpa Agunan yang tanpa jaminan tapi memiliki bunga lebih besar. Sesuaikan jenis pinjaman dengan kondisi keuangan bisnis Anda.

Menggadaikan aset berharga

Cara mudah lainnya yang dapat dilakukan untuk memperoleh modal dalam berbisnis barang import adalah dengan menggadaikan aset berharga yang Anda miliki. Aset berharga tersebut dapat berupa surat tanah, surat kepemilikan rumah, ataupun kendaraan bermotor. Namun, jangan lupa untuk mengembalikan pinjaman dana yang diberi oleh pihak pegadaian agar aset berharga Anda tidak disita dikemudian hari.

Joint venture

Yang dimaksud dengan joint venture adalah bisnis yang dimulai dengan modal usaha patungan. Artinya, Anda dapat mengajak anggota keluarga atau kerabat lain untuk bersama-sama menjalankan bisnis barang impor. Melalui sistem joint venture, nantinya keuntungan dan kerugian akan dibagi sama rata. Pastikan Anda menulis perjanjian kerja sama tersebut secara tertulis dan bermaterai untuk mencegah terjadinya konflik di masa yang akan datang.

 

 

Ikut seminar

Saat ini, pemerintah Indonesia beserta seluruh lapisan jajarannya sedang menggalakkan program wirausaha guna mengurangi angka pengangguran di dalam negeri. Nah, Anda juga dapat bergabung dalam seminar-seminar yang diadakan oleh pihak tersebut. Jangan keliru, seminar terkait bisnis impor memiliki banyak manfaat bagi importir seperti Anda. Selain mendapat ilmu dan wawasan baru, Anda juga berkesempatan untuk mendapat bantuan modal usaha.

Itulah tadi cara mudah mendapat modal beli barang impor yang dapat Anda lakukan sebagai seorang importir pemula. Ingat, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Semakin Anda berusaha keras, maka kesuksesan semakin berada dekat dengan Anda. Tak perlu berkecil hati jika hanya memiliki modal usaha kecil, ada banyak cara dan peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik. Happy working!

Jangan Salah, Berikut Cara Menjadi Importir yang Harus Anda Ketahui

Photo credit: unsplash.com

Tertarik untuk menjadi importir sukses di Indonesia? Anda dapat memulainya saat ini juga. Namun demikian, pastikan Anda sudah memiliki kesiapan dalam mempelajari hal-hal baru yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya. Panduan untuk menjadi importir terpercaya dan sukses bisa Anda simak pada artikel ini.

Modal usaha yang cukup

Untuk menjadi importir barang, pastikan bahwa Anda telah memiliki modal usaha yang cukup. Pasalnya, seorang importir akan melakukan transaksi jual-beli dalam jumlah besar dari luar negeri. Selain itu, selalu perhatikan nilai tukar rupiah ke mata asing terutama dolar AS guna menghindari kekeliruan perhitungan modal dan keuntungan yang ditargetkan. Dengan modal usaha yang cukup, Anda akan lebih mudah menjalankan arus bisnis sebagai importir.

Mampu berbahasa asing dengan baik

Selanjutnya, selain modal berupa sejumlah nominal uang, Anda juga harus memiliki modal kemampuan bahasa asing dengan baik. Tentu saja, bahasa adalah alat komunikasi yang terpenting saat Anda akan melakukan percakapan dengan pihak supplier di luar negeri. Setidaknya Anda perlu menguasai dua bahasa asing yang banyak digunakan saat berbisnis barang-barang impor, seperti Bahasa Inggris dan Mandarin.

Mampu bertahan di dalam tekanan

Sebagai seorang importir ,mau tidak mau Anda dituntut untuk mampu bertahan di dalam situasi apapun. Mengingat, pasar internasional kondisinya lebih rumit jika dibandingkan dengan pasar dalam negeri, mulai dari prosedur hingga kebiasaan dan sifat supplier yang berbeda-beda sesuai dengan latar tempat tinggal mereka. Tak heran jika Anda harus bersiap menghadapi segala macam konsekuensi yang akan terjadi, terutama ketika pemesanan barang mengalami hambatan.

Menguasai prosedur impor barang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Anda wajib memahami dan menguasai dengan baik segala prosedur impor barang. Hal ini bertujuan agar bisnis Anda tidak mengalami hambatan dari pihak supplier, ekspedisi, maupun petugas bea cukai dalam negeri. Berbisnis barang impor sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku akan menghindarkan Anda dari kerugian berupa denda. Dengan begini, penjualan barang impor pun dapat berjalan lebih lancar.

Memahami prosedur pemesanan barang impor

Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah persoalan prosedur pemesanan barang impor. Perlu diketahui bahwa pembelian barang secara besar-besaran dari supplier di luar negeri memiliki peluang kesalahpahaman yang cukup besar. Umumnya, hal ini terjadi akibat perbedaan bahasa dan waktu setempat. Ingat, pemesanan barang dari luar negeri memerlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan pemesanan barang dari supplier dalam negeri. Untuk itu, Anda perlu memilih jasa ekspedisi terbaik dan memperhitungkan waktu pengiriman dengan baik.

 

Memilih jasa ekspedisi terpercaya

Saat ini ada banyak perusahaan penyedia jasa ekspedisi pengiriman barang secara global. Namun, tidak semua perusahaan ekspedisi memiliki kredibilitas yang baik. Di sinilah Anda harus bersikap teliti dan hati-hati dalam menentukan pengiriman barang impor. Bukan hanya untuk meminimalisir kerugian berupa materiil, kesalahan pengiriman barang impor juga akan menurunkan kredibilitas Anda di mata pelanggan setia.

Nah, tidak sulit, bukan, untuk menjadi importir di Indonesia? Jika masih ragu untuk memulai, Anda dapat mengikuti beberapa workshop terkait bisnis barang-barang impor. Dengan begitu, wawasan dan ilmu untuk menjadi importir terbaik bisa Anda dapatkan. Jangan ragu untuk belajar dari importir yang sudah berpengalaman agar Anda lebih yakin untuk meneruskan bisnis barang impor di Indonesia. Semoga bermanfaat!