Barang Impor yang Tidak Kena PPN

Pada dasarnya, barang impor merupakan objek dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Namun, karena adanya pertimbangan tertentu seperti ekonomi, sosial, dan menyangkut pertahanan negara, pemerintah mengaturnya sendiri dalam sebuah kerangka undang-undang. Contohnya Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009.

Oleh sebab itu, ada beberapa barang yang dikecualikan dan bebas dari PPN, baik barang yang bergerak, tidak bergerak, maupun tidak berwujud. Barang impor apa saja yang tidak kena pajak PPN? Berikut di antaranya.

Barang untuk Keperluan Strategis

Barang untuk keperluan strategis di sini adalah berupa mesin dan peralatan pabrik. Baik yang sudah dalam kondisi terpasang atau terlepas, tetapi tidak termasuk suku cadangnya. Hal ini dapat dicontohkan dengan perlengkapan yang diperlukan oleh TNI/POLRI seperti senjata, amunisi, kendaraan lapis baja, dan kendaraan patroli. Juga termasuk komponen dan bahan yang belum dibuat dalam negeri untuk keperluan TNI/POLRI.

Barang-barang tersebut tidak kena pajak dengan persyaratan jika diperlukan langsung dalam proses menghasilkan barang kena pajak. Selanjutnya, barang diimpor oleh pengusaha Kena Pajak yang menghasilkan Barang Kena Pajak tersebut. Terakhir adalah tidak dipindahtangankan sesuai dengan tujuan semula dalam jangka waktu lima tahun sejak impor.

Makanan Ternak

Selanjutnya adalah makanan untuk ternak. Makanan ternak yang dimaksud di sini antara lain untuk unggas, ikan, dan bahan baku pembuatan makanan tersebut. Setidaknya terdapat lima belas rincian bahan pakan ternak yang bebas PPN ini. Beberapa di antaranya adalah hydrolyzed feather meal dan feather meal, blood meal dari ruminansia, jagung, kacang kedelai pecah maupun utuh, dan tepung kasar maupun pellet dari ruminansia dan unggas.

Makanan ternak berikutnya adalah sekam, dedak, dan residu lainnya yang berasal dari pengayakan dan penggilingan gandum. Termasuk pula dari residu jagung maupun endapan dan sisa dari pembuatan bir serta penyulingan. Hingga berbagai risidu dari sayur, bunga, dan sisa nabati lain yang tidak layak dikonsumsi manusia dan khusus untuk makanan ternak saja.

Hasil Pertanian

Barang hasil pertanian juga tidak terkena PPN. Beberapa yang termasuk di sini di antaranya hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perburuan, dan penangkapan. Tidak ketinggalan hasil dari penangkaran atau budidaya.

Hasil pertanian ini juga termasuk sayur atau buah dan sejeinsinya yang dipetik atau diambil secara langsung. Bentuk lainnya adalah bahan yang diambil melalui proses sadap langsung dari sumbernya, termasuk dengan tujuan memperpanjang usia simpan.

Bibit Tanaman

Selain hasil pertanian, bibit atau benih pertanian juga tidak termasuk barang yang terkena PPN. Begitu pula dengan bibit tanaman untuk perkebunan dan keperluan kehutanan. Juga termasuk di dalamnya untuk pengadaan benih peternakan dan penangkaran serta perikanan.

Alat yang Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak

Barang impor lain yang tak kena pajak PPN adalah benda-benda yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Contohnya adalah buku-buku pelajaran umum, kitab suci agama, serta buku pelajaran agama. Di samping itu, termasuk peralatan dalam dunia transportasi dan suku cadangnya.

Peralatan transportasi tersebut antara lain adalah angkutan kapal laut. Beberapa yang termasuk adalah kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan, kapal penangkap ikan, tongkang, dan keselamatan pelayaran dan manusia. Begitu juga dengan transportasi udara serta alat keselamatan udara dan manusia, baik untuk perbaikan atau pemeliharaannya. Termasuk kereta api dan suku cadang serta perlengkapan lainnya yang digunakan oleh PT. Kereta Api Indonesia.

 

Itulah beberapa contoh barang impor yang tidak kena pajak impor. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang pajak barang impor.

Ini Penyebab Harga Barang Impor Selalu Mahal

Photo Credit: Pixabay

Barang dari luar negeri dibanderol dengan harga relatif lebih mahal di Indonesia jika dibandingkan di negara asalnya. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui produk tersebut sebelum akhirnya bisa masuk ke Indonesia. Selain karena ongkos kirim, biaya tambahan berupa bea masuk membuat harga barang tersebut naik drastis begitu masuk di Indonesia. Apa saja penyebab lainnya? Inilah penyebab harga barang impor selalu mahal.

Nilai tukar mata uang

Pergerakan nilai tukar mata uang mempengaruhi hubungan dagang dan ekspor impor antar negara. Nilai tukar mata uang yang tinggi akan membuat ekspor sebuah negara lebih mahal dan impor yang lebih murah di pasar luar negeri. Begitu pula sebaliknya. Nilai tukar mata uang rupiah yang cenderung selalu lemah inilah yang membuat harga barang impor menjadi mahal begitu tiba di Indonesia. Kebijakan devaluasi yang dilakukan pemerintah, yaitu menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing, juga menyebabkan harga barang impor menjadi mahal.

Penetapan tarif bea masuk

Tarif bea masuk yang dikenakan pada barang-barang impor menjadi salah satu penyebab harga barang impor menjadi mahal. Setiap barang yang masuk ke dalam negeri pasti dikenakan bea masuk dan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 188 Tahun 2010 tentang Batasan Harga Barang yang Dikenakan Bea Masuk. Terutama barang-barang impor yang tidak punya nilai guna ataupun nilai tambah bagi perekonomian nasional, misalnya barang-barang branded.

Bila barang yang diimpor adalah barang yang mahal dan bermerek, barang tersebut akan terkena pajak barang (tax). Besarnya disesuaikan dengan negara yang dituju. Penarikan tarif adalah salah satu cara pemerintah untuk mendapatkan pemasukan bagi anggaran belanja negara.

Shipping lokal

Shipping lokal juga menjadi faktor yang mempengaruhi mengapa harga barang impor mahal. Misalnya, shipping lokal Cina yaitu pengiriman dari toko ke jasa pengiriman internasional. Begitu pula sebaliknya, setelah barang sampai ke Indonesia, barang tersebut akan sampai ke jasa importir (agen) yang ada di Indonesia, misalnya Jakarta atau Surabaya.

Dari agen tersebut, barang akan dikenakan lagi cost local shipping dari kota tersebut ke rumah. Biaya ini dapat menyebabkan keuntungan penjualan berkurang sehingga para penjual harus menaikkan harga jual untuk mendapatkan margin dan menutupi kerugian.

International shipping

Pengiriman barang secara internasional melintasi batas negara dikenakan biaya yang cukup mahal. Baik pengiriman melalui jalur darat, laut dan udara, ongkos logistiknya sangat tinggi. Banyak importir yang mengeluhkan biaya pengiriman barang ini.  Pengiriman barang lewat laut biasanya memakan waktu sekitar 45 hari. Sementara bila melalui jalur udara dengan pesawat, akan memakan waktu 7-10 hari. Biaya port charge ini sangat mahal nilainya, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah dan bahkan lebih tinggi daripada biaya membayar pajak impor.

Risiko

Poin ini di luar hitungan bersih seperti poin sebelumnya. Meskipun tidak terhitung secara jelas, variabel keberanian mengambil risiko juga patut diperhitungkan karena importir tidak tahu apakah barang yang diimpor akan hadir dalam bentuk atau tampilan yang sesuai dengan harapan. Belum lagi adanya risiko tertipu oleh supplier bodong. Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih supplier yang benar-benar terpercaya dan memiliki track record yang baik. Lakukan riset dan bertanyalah kepada orang-orang yang sudah pernah menggunakan jasa supplier tertentu.

Harga barang impor umumnya selalu mahal karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Sampai saat ini, ongkos logistik di Indonesia jauh lebih mahal dibanding Singapura dan Malaysia. Namun, tak semua barang impor selalu mahal, misalnya produk-produk Cina yang berani membanting harga sehingga setelah melalui proses pengiriman, harganya tetap terjangkau untuk konsumen tanpa mengurangi kualitas.

Jangan Salah, Berikut Cara Menjadi Importir yang Harus Anda Ketahui

Photo credit: unsplash.com

Tertarik untuk menjadi importir sukses di Indonesia? Anda dapat memulainya saat ini juga. Namun demikian, pastikan Anda sudah memiliki kesiapan dalam mempelajari hal-hal baru yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya. Panduan untuk menjadi importir terpercaya dan sukses bisa Anda simak pada artikel ini.

Modal usaha yang cukup

Untuk menjadi importir barang, pastikan bahwa Anda telah memiliki modal usaha yang cukup. Pasalnya, seorang importir akan melakukan transaksi jual-beli dalam jumlah besar dari luar negeri. Selain itu, selalu perhatikan nilai tukar rupiah ke mata asing terutama dolar AS guna menghindari kekeliruan perhitungan modal dan keuntungan yang ditargetkan. Dengan modal usaha yang cukup, Anda akan lebih mudah menjalankan arus bisnis sebagai importir.

Mampu berbahasa asing dengan baik

Selanjutnya, selain modal berupa sejumlah nominal uang, Anda juga harus memiliki modal kemampuan bahasa asing dengan baik. Tentu saja, bahasa adalah alat komunikasi yang terpenting saat Anda akan melakukan percakapan dengan pihak supplier di luar negeri. Setidaknya Anda perlu menguasai dua bahasa asing yang banyak digunakan saat berbisnis barang-barang impor, seperti Bahasa Inggris dan Mandarin.

Mampu bertahan di dalam tekanan

Sebagai seorang importir ,mau tidak mau Anda dituntut untuk mampu bertahan di dalam situasi apapun. Mengingat, pasar internasional kondisinya lebih rumit jika dibandingkan dengan pasar dalam negeri, mulai dari prosedur hingga kebiasaan dan sifat supplier yang berbeda-beda sesuai dengan latar tempat tinggal mereka. Tak heran jika Anda harus bersiap menghadapi segala macam konsekuensi yang akan terjadi, terutama ketika pemesanan barang mengalami hambatan.

Menguasai prosedur impor barang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Anda wajib memahami dan menguasai dengan baik segala prosedur impor barang. Hal ini bertujuan agar bisnis Anda tidak mengalami hambatan dari pihak supplier, ekspedisi, maupun petugas bea cukai dalam negeri. Berbisnis barang impor sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku akan menghindarkan Anda dari kerugian berupa denda. Dengan begini, penjualan barang impor pun dapat berjalan lebih lancar.

Memahami prosedur pemesanan barang impor

Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah persoalan prosedur pemesanan barang impor. Perlu diketahui bahwa pembelian barang secara besar-besaran dari supplier di luar negeri memiliki peluang kesalahpahaman yang cukup besar. Umumnya, hal ini terjadi akibat perbedaan bahasa dan waktu setempat. Ingat, pemesanan barang dari luar negeri memerlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan pemesanan barang dari supplier dalam negeri. Untuk itu, Anda perlu memilih jasa ekspedisi terbaik dan memperhitungkan waktu pengiriman dengan baik.

 

Memilih jasa ekspedisi terpercaya

Saat ini ada banyak perusahaan penyedia jasa ekspedisi pengiriman barang secara global. Namun, tidak semua perusahaan ekspedisi memiliki kredibilitas yang baik. Di sinilah Anda harus bersikap teliti dan hati-hati dalam menentukan pengiriman barang impor. Bukan hanya untuk meminimalisir kerugian berupa materiil, kesalahan pengiriman barang impor juga akan menurunkan kredibilitas Anda di mata pelanggan setia.

Nah, tidak sulit, bukan, untuk menjadi importir di Indonesia? Jika masih ragu untuk memulai, Anda dapat mengikuti beberapa workshop terkait bisnis barang-barang impor. Dengan begitu, wawasan dan ilmu untuk menjadi importir terbaik bisa Anda dapatkan. Jangan ragu untuk belajar dari importir yang sudah berpengalaman agar Anda lebih yakin untuk meneruskan bisnis barang impor di Indonesia. Semoga bermanfaat!

Kenapa Impor Barang Kena Pajak? Berikut Ulasannya

Photo Credit: Pixabay

Setiap barang yang dibeli dari luar negeri biasanya dikenakan pajak. Membeli barang impor via e-commerce tak lagi bebas bea masuk. Namun, pengenaan pajak atas barang impor ini tidak diberlakukan secara asal dan mengacu pada batasan yang sudah ditetapkan dalam aturan. Kenapa barang-barang impor dikenakan pajak? Berikut ulasannya.

Pemasukan negara

Penarikan tarif bea masuk merupakan salah satu cara pemerintah mendapatkan pemasukan untuk kas dan anggaran belanja negara. Sejumlah pungutan diwajibkan pemerintah terhadap berbagai macam barang impor yang masuk ke dalam negeri.

Setiap barang yang masuk ke dalam negeri selalu dikenakan bea masuk yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 188 Tahun 2010. Peraturan ini terkait tentang batasan harga barang yang dikenakan bea masuk. Terutama barang-barang impor yang tidak punya nilai tambah atau nilai guna bagi perekonomian nasional, misalnya barang-barang bermerek atau branded.

Adanya proteksi

Tarif bea masuk yang dikenakan pada barang-barang impor menjadi salah satu langkah proteksi membanjirnya barang-barang impor masuk ke tanah air. Untuk melindungi produk dalam negeri yang lebih mahal daripada barang impor, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi.

Membeli barang impor dikenakan bea masuk dalam rangka menjaga industri e-commerce dalam negeri yang masih terus tumbuh.  Setelah tiba di Indonesia, pesanan Anda akan diperiksa bea cukai dengan proses beragam, lalu dicek dengan kargo scanner dan pick up random atau acak bila barang tersebut disinyalir mencurigakan.

Peningkatan ekonomi

Bisnis e-commerce yang sedang booming menjadikan Indonesia target potensial bagi para pebisnis yang memanfaatkan tren posistif tersebut. Untuk mendorong peningkatan dan integrasi ekonomi tanah air, barang impor dari luar negeri dikenakan bea masuk yang mahal. Mengingat isu unemployment masih jadi tantangan yang besar di negeri ini, penetapan pajak untuk barang-barang impor bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan penguatan ekonomi dalam negeri agar industri-industri kecil tidak mati.

Tarif bervariasi

Tarif bea masuk bervariasi sesuai dengan jenis barang. Semakin tinggi harganya, maka pajak yang dikenakan untuk barang tersebut akan semakin besar. Jumlah biaya yang dikenakan telah diatur berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Pungutan juga dikenakan dari Pajak Pertahanan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Penghasilan (PPh pasal 22 Impor).

Penerapan sejumlah bea masuk pada barang-barang impor menjadi hal yang harus Anda cermati. Bisa saja pihak bea cukai salah menghitung biaya masuk dan mengenakan pungutan yang lebih besar dari ketentuan yang seharusnya. Bila hal itu tejadi, Anda bisa mengajukan keberatan dan meminta untuk koreksi dengan menunjukkan invoice resmi yang dikeluarkan pihak toko tempat membeli.

Harga barang tinggi

Hal ini patut jadi perhatian karena pajak barang dengan nilai yang tinggi dikenakan sejumlah pajak yang besar. Barang-barang yang nilainya kurang dari 50 USD akan dibebaskan dari pajak barang impor. Sedangkan, barang yang nilainya lebih dari 50 USD tidak dikenakan pembebasan pajak. Sebaiknya, pertimbangkan untuk membeli sejumlah barang yang nilainya tidak melebihi 50 USD tersebut. Perhitungan pajak akan dikonversikan ke dalam rupiah. Hindari membeli barang yang termasuk kategori barang mewah.

Itulah alasan kenapa impor barang kena pajak. Banyaknya kegiatan impor yang dilakukan masyarakat membuat pemerintah mengembangkan secara khusus sistem perhitungan sejumlah bea masuk atas barang-barang impor tersebut. Pahami dengan baik semua aturan bea masuk sebelum mulai melakukan proses impor. Semoga bermanfaat!

Manfaatkan Barang Impor dari China untuk Memulai Usaha

Photo Credit: Wikimedia Commons

China temasuk dalam empat puluh negara teraman untuk melakukan transaksi impor. Selain itu, jenis barang impor yang ditawarkan dari Negara Tirai Bambu ini juga sangat beragam. Dari segi harga sendiri, barang-barang dari China tergolong murah karena pemerintah setempat mendukung perkembangan UMKM mereka. Berbagai subsidi diberikan supaya impor kepada produk dari China terus diminati.

Anda masih merasa ragu untuk mengimpor barang dari China? Coba simak ulasan mengenai barang impor dari China di bawah ini.

Barang yang bisa Anda dapatkan di China

Sebagaimana telah disebutkan pada bagian pembuka, China menawarkan beragam jenis produk untuk diimpor. Barang-barang tersebut jelas susah untuk ditemukan di Indonesia. Tidak hanya itu, ada juga kemungkinan bagi Anda untuk mendapatkan produk dengan harga yang murah jika dibandingkan dengan di Indonesia. Dengan demikian, Anda dapat menggunakannya untuk memulai sebuah usaha yang menjanjikan.

Produk apa saja kira-kira yang bisa Anda impor dari China untuk memulai sebuah usaha? Importir telah merincinya dalam beberapa poin di bawah ini:

Pakaian

Produk-produk keluaran China telah dikenal memiliki harga yang murah sejak lama. Begitu pula dengan pakaiannya. Hal ini karena pengusaha setempat mendapat dukungan maksimal dari pemerintah. Mereka mendapatkan kemudahan dalam mengurus perizinan dan pajak usaha. Dengan demikian, harga yang mereka pasang untuk barang produksinya menjadi murah.

Menjual barang-barang tersebut ke dalam negeri jelas akan membawa keuntungan bagi Anda. Dengan harga beli yang rendah, Anda dapat memaksimalkan harga jual produk. Anda juga tidak perlu ragu karena pada umumnya produk pakaian dari China masih jarang untuk ditemukan di sini sehingga persentase produk laku bisa meningkat.

Onderdil kendaraan

Hal yang paling menyulitkan saat memiliki kendaraan adalah perawatannya. Terutama jika kendaraan Anda rusak dan harus mengganti onderdilnya. Tidak masalah jika onderdil tersebut tersedia di Indonesia, namun sering kali produk tersebut justru tidak tersedia. Mau tidak mau, Anda harus mengimpor dari luar negeri.

Skenario tersebut tidak hanya dialami oleh satu atau dua orang saja, tetapi jumlahnya cukup banyak. Oleh karena itu, peluang usaha dengan mengimpor onderdil dari luar negeri sangat menjanjikan. China merupakan negara yang dapat dijadikan sebagai supplier produk onderdil. Hal ini karena China tidak hanya memiliki beragam jenis onderdil, tetapi juga beragam kualitas yang dapat Anda pilih.

Peralatan elektronik

Saat ini, produk elektronik dari China sangat variatif dan mampu bersaing dengan pemain lama dari Jepang dan Korea Selatan. Banyak smartphone dan laptop keluaran China yang menjadi favorit masyarakat Indonesia saat ini. Jadi, keputusan untuk mengimpor barang elektronik dari China tidak ada salahnya.

Jika Anda masih ragu untuk mengimpor barang elektronik yang besar dan mahal, mulailah dengan mengimpor spare-part peralatan elektronik. Spare-part seperti kabel USB, mouse, hingga selang mesin cuci bisa Anda dapatkan di China dengan harga yang murah. Selain itu, prosesnya juga tidak akan terlalu berisiko saat Anda mengimpor peralatan elektronik yang besar.

Dari zaman dahulu hingga saat ini, China merupakan pemain lama dalam transaksi impor dan ekspor. Mulai dari zaman Jalan Sutra hingga kini teknologi e-commerce telah dilakukan, China masih tetap berjaya. Melakukan impor dari China juga bisa membantu Anda untuk memulai usaha baru. Tidak perlu proses yang rumit, cukup bergabung dengan Importir dan barang impor dari China sudah bisa Anda dapatkan.

Memulai Bisnis Sukses dengan Jasa Impor Barang

Photo Credit: PxHere.com

Saat ini, seluruh dunia telah terhubung melalui jaringan internet. Hal ini tentu memudahkan kita untuk melakukan berbagai hal mulai dari berkomunikasi hingga ekspor dan impor barang. Dari sini, muncullah peluang usaha yang tidak ada sebelumnya, yakni jasa impor barang. Jika Anda tertarik melakukan jasa impor, Anda bisa menilik caranya melalui ulasan ini.

Mengapa harus jasa impor?

Dewasa ini, inovasi sangat dibutuhkan dalam setiap bisnis. Tanpa adanya inovasi, bisnis Anda tidak akan berkembang dan jumlah keuntungan yang diperoleh akan stagnan. Untuk itu, Anda harus terus melakukan inovasi kepada bisnis Anda. Entah itu dari segi etos kerja maupun dari segi produk jasa yang ditawarkan.

Jika memang Anda menginginkan inovasi produk tanpa proses yang rumit, cobalah untuk melakukan impor. Dengan melakukan impor, Anda kemungkinan besar akan menemukan produk unik yang tidak bisa ditemukan di dalam negeri. Selain itu, impor juga akan membuat bisnis Anda semakin berkembang. Dengan menjadi importir langsung, Anda tidak hanya menjual, tetapi juga bisa menjadi pemasok barang bagi para reseller atau dropshipper.

Bagaimana memulai bisnis jasa impor?

Sekarang masuk ke pertanyaan pentingnya, bagaimana caranya memulai bisnis jasa impor barang? Dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat pada saat ini, seharusnya untuk memulai bisnis jasa impor barang tidaklah sulit. Pertama-tama, Anda cukup melakukan riset kecil-kecilan mengenai produk atau jasa apa yang akan laku di pasaran. Anda bisa bertanya pada orang di sekitar atau langsung mengecek ke situs e-commerce yang ada.

Pastikan juga Anda telah memperhitungkan dana yang harus disiapkan. Ingat, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, harus ada pengorbanan yang dilakukan terlebih dahulu. Bisnis jasa impor menghendaki Anda untuk mengeluarkan dana di awal sebelum dapat menikmati hasil yang melimpah di akhir. Oleh karena itu, persiapkanlah dengan baik dana untuk memulai bisnis Anda.

Apa saja yang harus dipersiapkan?

Ternyata, selain dana, Anda juga harus mempersiapkan beberapa hal lain sebelum memulai jasa impor barang. Satu hal yang paling penting dalam jasa impor adalah cukai. Anda perlu ingat bahwa transaksi impor berbeda dengan transaksi jual-beli di dalam negeri. Impor membutuhkan serangkaian proses yang terkait dengan kebijakan jual beli dua negara (atau lebih). Proses tersebut tidak main-main, karena ada kemungkinan barang Anda ditahan akibat menyalahi aturan yang ada.

Hal yang harus dihindari

Supaya barang Anda dapat sampai ke tempat tujuan dengan selamat, ada baiknya untuk menghindari beberapa hal sebelum melakukan impor. Satu hal yang pasti harus dihindari adalah mengimpor barang yang memang dilarang oleh negara. Untuk mengetahui barang apa saja yang dilarang, Anda dapat mengecek di laman resmi Ditjen Bea dan Cukai Indonesia.

Hal lain yang harus Anda hindari adalah mencari supplier dengan terburu-buru. Keberadaan supplier dalam bisnis jasa impor sangat penting adanya. Oleh karena itu, Anda tidak boleh terburu-buru dalam menentukan supplier. Lakukanlah beberapa cross-check sebelum Anda menentukan supplier, jangan hanya tergiur dengan harga murah yang mereka tawarkan.

Melakukan bisnis impor di masa sekarang memang mudah dan profit yang didapatkan cenderung tinggi. Namun, hal tersebut tidak boleh membuat Anda terlena, bagaimana pun juga proses impor memiliki seluk-beluk rumit yang tidak bisa diremehkan. Apabila Anda memang tertarik untuk melakukan bisnis jasa impor, Anda bisa bergabung bersama Importir yang telah terbukti aman dan mudah.

Peluang Bisnis Barang Impor Cina Termurah

Photo Credit: Pexels

Meningkatnya demand produk-produk berkualitas dari Cina membuat bisnis impor jadi salah satu peluang yang dimanfaatkan para pebisnis untuk mendapatkan profit yang menjanjikan. Seperti jual beli dalam negeri, banyak peluang yang bisa Anda tangkap untuk memulai bisnis impor. Apa saja? Inilah peluang bisnis impor cina termurah.

Harga terjangkau

Harga produk yang murah jadi daya tarik utama pebisnis banyak mengimpor barang dari Cina. Cina telah lama dikenal di seluruh dunia sebagai pusat barang murah. Barang impor dari Cina meski memiliki harga yang sangat murah, namun kualitasnya tak diragukan lagi.

Anda juga bisa melakukan tawar menawar harga barang menjadi lebih murah dari harga sebelumnya. Hal itu akan membuat Anda bisa menjual kembali barang tersebut berlipat-lipat dari harga toko. Inilah yang membuat impor barang dari Cina bisa jadi peluang yang sangat menjanjikan.

Limited edition

Impor barang dari Cina sangat menguntungkan. Mengapa? Barang-barang impor dari Tiongkok tergolong limited edition dan produknya jarang ditemukan di Indonesia. Produsen-produsen di Cina selalu berusaha menciptakan produk baru untuk memenangkan sengitnya persaingan di pasar global.

Inovasi tersebut yang membuat produk-produknya unik dan langka. Peluang ini bisa Anda manfaatkan mengingat produsen barang-barang tersebut di Indonesia masih kurang dan belum dapat memenuhi permintaan pasar yang sangat banyak.

Kualitas bagus

Anggapan bahwa barang dari Cina tidak tahan lama dan mudah rusak karena harganya murah tidaklah benar. Sebagian besar produk yang dijual di dunia diproduksi di Cina. Bahkan brand ternama asal Amerika juga banyak yang mempercayakan proses produksi barangnya dilakukan di Cina.

Cina dikenal sebagai negara penghasil barang berkualitas bagus dan murah. Para produsen selalu melakukan prosedur cek kualitas produk terlebih dahulu sebelum produk siap dikirim keluar negeri. Dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau, Anda tidak akan kesulitan memasarkan produk-produk dari Cina ini.

Potensi profit tinggi

Harga produk-produk Cina yang murah akan membuat Anda memperoleh keuntungan yang besar. Anda bisa memborong produk semurah mungkin dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Bahkan bisa lebih dari 100% dari harga sebelumnya. Misalnya, premium tempered glass untuk HP yang diimpor dari Cina dengan harga hanya 13 ribu rupiah dapat dijual dengan potensi harga 150 ribu rupiah.

Dengan jumlah populasi penduduk Indonesia yang besar, ini bisa dimanfaatkan sebagai target market barang impor. Anda bisa mendapatkan harga termurah dari supplier, menentukan sendiri harga jual produk, dan memasarkannya. Keuntungan yang besar pun akan mudah didapat.

Mudah dikembangkan

Mengimpor barang dari Cina sudah pasti akan laku di pasaran karena kebanyakan produk Cina dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Menjadi importir adalah peluang besar bagi Anda untuk mengembangkan bisnis. Hal ini karena di Indonesia belum banyak pengusaha yang terjun di bidang bisnis impor khusus barang dari Cina. Berkembangnya bisnis online dan berbagai kemudahan yang didapatkan dari teknologi berbasis internet akan membuat bisnis Anda mudah untuk dikembangkan lagi.

Bisnis impor atau bisnis yang berhubungan dengan aktivitas masuknya barang ke wilayah Indonesia baik melalui darat, laut, maupun udara adalah bisnis yang layak untuk Anda coba. Peluang untuk meraih kesuksesan menjadi importir produk Cina sangat besar. Anda bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga termurah. Selamat mencoba!

Raup Untung Besar dengan Jadi Importir Barang Cina

Photo Credit: Pexels

Meningkatnya permintaan barang membuat bisnis impor menjadi salah satu peluang bagi para pebisnis untuk mengambil keuntungan. Tahukah Anda bila sebagian besar barang dan produk yang dijual di dunia diproduksi di Cina? Merek-merek ternama asal Amerika pun banyak yang proses produksinya dilakukan di Cina. Di antara berbagai jenis impor barang, impor barang dari Cina cukup menjanjikan. Mengapa? Inilah alasan Anda bisa meraup untung besar dengan jadi importir barang Cina.

Harga barang relatif murah

Harga barang impor dari Cina sangatlah murah dan kualitasnya tidak jauh beda dengan produk sejenis dari negara-negara lain. Bahkan Anda bisa menawar harga barang hingga lebih murah dari harga yang ditawarkan sebelumnya. Murahnya harga tersebut dapat membuat anda leluasa menjual kembali produk tersebut hingga beberapa kali lipat dari harga asal.

Memperoleh untung? Sudah pasti. Mendapatkan barang dengan harga murah juga dapat menguntungkan Anda karena bisa mengurangi biaya yang Anda keluarkan untuk impor. Inilah yang membuat impor barang dari cina sangat menguntungkan.

Barang yang dijual unik

Barang yang dijual di Tiongkok cukup unik dan tergolong langka di Indonesia. Produsen produk di negeri tirai bambu tersebut tak pernah berhenti melakukan inovasi terhadap barang atau produk yang mereka buat. Hal inilah yang membuat banyak barang unik dan langka diproduksi sehingga jarang ditemukan di Indonesia. Secara otomatis, hal ini dapat menjadi peluang Anda untuk menjual barang impor tersebut karena produsen di Indonesia masih kurang sementara permintaan sangat banyak.

Barang berkualitas baik

Banyak orang menganggap bahwa barang dari Cina harganya murah, tidak awet, dan cepat rusak. Hal ini tidak benar karena produk impor Cina memiliki kualitas bagus. Cina adalah surganya barang-barang bagus dan murah. Barang-barang tersebut sebelum siap diimpor biasanya akan melalui cek kualitas produk terlebih dahulu.

Jadi, harga jualnya murah dan kualitasnya pun oke. Dengan kualitas barang yang bagus, pemasaran dan penjualan produk-produk tersebut pun relatif mudah. Anda bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dan tentunya akan mendatangkan keuntungan yang besar.

Margin keuntungan besar

Murahnya harga produk di Cina membuat Anda akan mendapatkan margin keuntungan yang besar. Dengan harga semurah mungkin, Anda bisa mendapat margin hingga 100-1000% saat menjual produk impor Cina di Indonesia. Dengan jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 250 juta jiwa, negara ini memberikan peluang pasar yang sangat potensial. Anda bisa mengatur sendiri harga barang yang akan dijual tanpa khawatir mengalami rugi. Dijamin Anda akan untung besar bila melakukan bisnis impor barang Cina.

Cepat berkembang

Banyak produk Cina yang membanjiri pasar dalam negeri. Hampir semua produk yang dibutuhkan masyarakat merupakan produk Cina, sebut saja pakaian, kosmetik, hingga peralatan rumah tangga. Menjadi importir barang Cina akan membuka peluang besar bagi Anda untuk menjadi reseller atau dropshipper karena bisnis impor barang Cina belum banyak dilakukan di Indonesia. Melakukan bisnis secara online biasanya juga akan membuat bisnis impor Anda dikenal dengan mudah dan cepat berkembang.

Kesempatan untuk meraih sukses menjadi importir produk Cina terbuka lebar. Membeli barang langsung dari supplier di Cina lalu memasang label merek dan menujual produk tersebut dengan harga berlipat, Anda bisa meraup untung besar dengan jadi importir barang cina. Asalkan selalu tekun dan berani untuk menghadapi semua risiko, mengapa tidak mencoba berbisnis jadi importir?

Serba-serbi Barang Impor, dari Awal Mula sampai Perkembangannya

Photo Credit: PxHere.com

Bisnis impor kini tengah menjadi primadona. Permintaan terhadap barang impor terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, tahukah Anda bagaimana transaksi impor dapat terjadi pada mulanya? Lalu, bagaimana perkembangan impor sejak saat itu? Anda bisa menemukan jawabannya melalui ulasan di bawah ini.

Sejarah aktivitas impor

Transaksi impor tertua di dunia yang tercatat adalah antara orang-orang Asiria (sekarang Irak) dengan orang-orang Kanesh di Cappadocia, Turki pada abad 19 SM. Barang yang mereka impor utamanya adalah rempah dan sutra. Seluruh transaksi ini dilakukan melalui jalur darat sehingga memakan waktu yang sangat lama.

Impor berkembang menjadi sangat pesat setelah perjalanan diplomatis seorang duta dari Dinasti Han, Zhang Qian, ke Asia Tengah. Perjalanan tersebut lantas melahirkan sebuah jalur yang terkenal hingga saat ini, Jalur Sutra. Jalur Sutra menghubungkan Tiongkok dengan India, Persia, bahkan jauh ke Romawi di Eropa. Barang-barang yang menjadi transaksi pun beragam, mulai dari sutra, rempah, hingga bibit tumbuhan.

Tentang barang impor

Barang impor atau barang yang didatangkan dari luar negeri sangat beragam variasinya. Namun, dari awal sejarah terjadinya impor, barang yang paling tinggi permintaannya (high demand) untuk diimpor adalah rempah dan kain sutra. Negara-negara Eropa sudah lama dikenal sebagai importir rempah-rempah dari negara di Asia Tenggara, terutama Indonesia.

Pada umumnya, barang impor adalah barang yang sulit atau tidak bisa ditemukan di dalam negeri sehingga untuk mendapatkannya harus didatangkan dari luar negeri. Seperti pada negara-negara Eropa, daratan di sana tidak memungkinkan untuk ditumbuhi rempah-rempah sehingga komoditas tersebut menjadi langka. Untuk mendapatkannya, mereka harus mengimpor dari negara lain yang bisa menghasilkan rempah.

Perkembangan impor

Mulai dari awal perkembangan peradaban manusia, transaksi impor tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, hingga saat ini impor terus dilakukan manusia. Bisa dikatakan, tanpa adanya impor, manusia tidak akan bisa bertahan hidup.

Perkembangan impor terus terjadi mulai saat Jalur Sutra dirumuskan hingga saat World Trade Organization (WTO) didirikan pada tahun 1995. Transaksi impor menjadi semakin mudah dan para pemain impor pun makin beragam karena saat ini hampir semua orang juga bisa melakukan transaksi impor. Transaksi impor tersebut biasanya dilakukan dengan bantuan jaringan internet.

Impor dulu dan kini

Sebagaimana yang telah dijabarkan pada poin sebelumnya, impor pada saat ini semakin mudah dilakukan. Hampir setiap orang bisa melakukan transaksi impor hanya bermodalkan jaringan internet. Hal ini tentu berbeda dengan impor yang dilakukan oleh nenek moyang kita. Untuk melakukan impor, mereka harus mendatangi langsung supplier barang impor. Padahal ada kalanya negara yang menjadi supplier terletak jauh dari Indonesia.

Risiko yang timbul pada masa itu pun sangat tinggi. Tidak jarang barang yang diimpor justru rusak sebelum sampai di tujuan karena adanya gangguan di perjalanan, mulai dari cuaca hingga para perompak yang terus mengintai. Beruntunglah kita yang hidup di masa sekarang, transaksi impor bisa kita lakukan dengan risiko yang seminim mungkin.

Bahkan jika memanfaatkan teknologi dengan menggunakan situs impor seperti Importir, Anda akan mendapatkan barang impor dengan mudah dan tentunya aman. Hal ini karena Importir akan membantu Anda untuk mendapatkan supplier yang terpercaya melalui proses yang aman dan tanpa kendala.