Barang Impor yang Tidak Kena PPN

Pada dasarnya, barang impor merupakan objek dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Namun, karena adanya pertimbangan tertentu seperti ekonomi, sosial, dan menyangkut pertahanan negara, pemerintah mengaturnya sendiri dalam sebuah kerangka undang-undang. Contohnya Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009.

Oleh sebab itu, ada beberapa barang yang dikecualikan dan bebas dari PPN, baik barang yang bergerak, tidak bergerak, maupun tidak berwujud. Barang impor apa saja yang tidak kena pajak PPN? Berikut di antaranya.

Barang untuk Keperluan Strategis

Barang untuk keperluan strategis di sini adalah berupa mesin dan peralatan pabrik. Baik yang sudah dalam kondisi terpasang atau terlepas, tetapi tidak termasuk suku cadangnya. Hal ini dapat dicontohkan dengan perlengkapan yang diperlukan oleh TNI/POLRI seperti senjata, amunisi, kendaraan lapis baja, dan kendaraan patroli. Juga termasuk komponen dan bahan yang belum dibuat dalam negeri untuk keperluan TNI/POLRI.

Barang-barang tersebut tidak kena pajak dengan persyaratan jika diperlukan langsung dalam proses menghasilkan barang kena pajak. Selanjutnya, barang diimpor oleh pengusaha Kena Pajak yang menghasilkan Barang Kena Pajak tersebut. Terakhir adalah tidak dipindahtangankan sesuai dengan tujuan semula dalam jangka waktu lima tahun sejak impor.

Makanan Ternak

Selanjutnya adalah makanan untuk ternak. Makanan ternak yang dimaksud di sini antara lain untuk unggas, ikan, dan bahan baku pembuatan makanan tersebut. Setidaknya terdapat lima belas rincian bahan pakan ternak yang bebas PPN ini. Beberapa di antaranya adalah hydrolyzed feather meal dan feather meal, blood meal dari ruminansia, jagung, kacang kedelai pecah maupun utuh, dan tepung kasar maupun pellet dari ruminansia dan unggas.

Makanan ternak berikutnya adalah sekam, dedak, dan residu lainnya yang berasal dari pengayakan dan penggilingan gandum. Termasuk pula dari residu jagung maupun endapan dan sisa dari pembuatan bir serta penyulingan. Hingga berbagai risidu dari sayur, bunga, dan sisa nabati lain yang tidak layak dikonsumsi manusia dan khusus untuk makanan ternak saja.

Hasil Pertanian

Barang hasil pertanian juga tidak terkena PPN. Beberapa yang termasuk di sini di antaranya hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perburuan, dan penangkapan. Tidak ketinggalan hasil dari penangkaran atau budidaya.

Hasil pertanian ini juga termasuk sayur atau buah dan sejeinsinya yang dipetik atau diambil secara langsung. Bentuk lainnya adalah bahan yang diambil melalui proses sadap langsung dari sumbernya, termasuk dengan tujuan memperpanjang usia simpan.

Bibit Tanaman

Selain hasil pertanian, bibit atau benih pertanian juga tidak termasuk barang yang terkena PPN. Begitu pula dengan bibit tanaman untuk perkebunan dan keperluan kehutanan. Juga termasuk di dalamnya untuk pengadaan benih peternakan dan penangkaran serta perikanan.

Alat yang Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak

Barang impor lain yang tak kena pajak PPN adalah benda-benda yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Contohnya adalah buku-buku pelajaran umum, kitab suci agama, serta buku pelajaran agama. Di samping itu, termasuk peralatan dalam dunia transportasi dan suku cadangnya.

Peralatan transportasi tersebut antara lain adalah angkutan kapal laut. Beberapa yang termasuk adalah kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan, kapal penangkap ikan, tongkang, dan keselamatan pelayaran dan manusia. Begitu juga dengan transportasi udara serta alat keselamatan udara dan manusia, baik untuk perbaikan atau pemeliharaannya. Termasuk kereta api dan suku cadang serta perlengkapan lainnya yang digunakan oleh PT. Kereta Api Indonesia.

 

Itulah beberapa contoh barang impor yang tidak kena pajak impor. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang pajak barang impor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.