Kenapa Impor Barang Kena Pajak? Berikut Ulasannya

Photo Credit: Pixabay

Setiap barang yang dibeli dari luar negeri biasanya dikenakan pajak. Membeli barang impor via e-commerce tak lagi bebas bea masuk. Namun, pengenaan pajak atas barang impor ini tidak diberlakukan secara asal dan mengacu pada batasan yang sudah ditetapkan dalam aturan. Kenapa barang-barang impor dikenakan pajak? Berikut ulasannya.

Pemasukan negara

Penarikan tarif bea masuk merupakan salah satu cara pemerintah mendapatkan pemasukan untuk kas dan anggaran belanja negara. Sejumlah pungutan diwajibkan pemerintah terhadap berbagai macam barang impor yang masuk ke dalam negeri.

Setiap barang yang masuk ke dalam negeri selalu dikenakan bea masuk yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 188 Tahun 2010. Peraturan ini terkait tentang batasan harga barang yang dikenakan bea masuk. Terutama barang-barang impor yang tidak punya nilai tambah atau nilai guna bagi perekonomian nasional, misalnya barang-barang bermerek atau branded.

Adanya proteksi

Tarif bea masuk yang dikenakan pada barang-barang impor menjadi salah satu langkah proteksi membanjirnya barang-barang impor masuk ke tanah air. Untuk melindungi produk dalam negeri yang lebih mahal daripada barang impor, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi.

Membeli barang impor dikenakan bea masuk dalam rangka menjaga industri e-commerce dalam negeri yang masih terus tumbuh.  Setelah tiba di Indonesia, pesanan Anda akan diperiksa bea cukai dengan proses beragam, lalu dicek dengan kargo scanner dan pick up random atau acak bila barang tersebut disinyalir mencurigakan.

Peningkatan ekonomi

Bisnis e-commerce yang sedang booming menjadikan Indonesia target potensial bagi para pebisnis yang memanfaatkan tren posistif tersebut. Untuk mendorong peningkatan dan integrasi ekonomi tanah air, barang impor dari luar negeri dikenakan bea masuk yang mahal. Mengingat isu unemployment masih jadi tantangan yang besar di negeri ini, penetapan pajak untuk barang-barang impor bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan penguatan ekonomi dalam negeri agar industri-industri kecil tidak mati.

Tarif bervariasi

Tarif bea masuk bervariasi sesuai dengan jenis barang. Semakin tinggi harganya, maka pajak yang dikenakan untuk barang tersebut akan semakin besar. Jumlah biaya yang dikenakan telah diatur berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Pungutan juga dikenakan dari Pajak Pertahanan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Penghasilan (PPh pasal 22 Impor).

Penerapan sejumlah bea masuk pada barang-barang impor menjadi hal yang harus Anda cermati. Bisa saja pihak bea cukai salah menghitung biaya masuk dan mengenakan pungutan yang lebih besar dari ketentuan yang seharusnya. Bila hal itu tejadi, Anda bisa mengajukan keberatan dan meminta untuk koreksi dengan menunjukkan invoice resmi yang dikeluarkan pihak toko tempat membeli.

Harga barang tinggi

Hal ini patut jadi perhatian karena pajak barang dengan nilai yang tinggi dikenakan sejumlah pajak yang besar. Barang-barang yang nilainya kurang dari 50 USD akan dibebaskan dari pajak barang impor. Sedangkan, barang yang nilainya lebih dari 50 USD tidak dikenakan pembebasan pajak. Sebaiknya, pertimbangkan untuk membeli sejumlah barang yang nilainya tidak melebihi 50 USD tersebut. Perhitungan pajak akan dikonversikan ke dalam rupiah. Hindari membeli barang yang termasuk kategori barang mewah.

Itulah alasan kenapa impor barang kena pajak. Banyaknya kegiatan impor yang dilakukan masyarakat membuat pemerintah mengembangkan secara khusus sistem perhitungan sejumlah bea masuk atas barang-barang impor tersebut. Pahami dengan baik semua aturan bea masuk sebelum mulai melakukan proses impor. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.