Kenapa Impor Barang Kena Pajak? Berikut Ulasannya

Photo Credit: Pixabay

Setiap barang yang dibeli dari luar negeri biasanya dikenakan pajak. Membeli barang impor via e-commerce tak lagi bebas bea masuk. Namun, pengenaan pajak atas barang impor ini tidak diberlakukan secara asal dan mengacu pada batasan yang sudah ditetapkan dalam aturan. Kenapa barang-barang impor dikenakan pajak? Berikut ulasannya.

Pemasukan negara

Penarikan tarif bea masuk merupakan salah satu cara pemerintah mendapatkan pemasukan untuk kas dan anggaran belanja negara. Sejumlah pungutan diwajibkan pemerintah terhadap berbagai macam barang impor yang masuk ke dalam negeri.

Setiap barang yang masuk ke dalam negeri selalu dikenakan bea masuk yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 188 Tahun 2010. Peraturan ini terkait tentang batasan harga barang yang dikenakan bea masuk. Terutama barang-barang impor yang tidak punya nilai tambah atau nilai guna bagi perekonomian nasional, misalnya barang-barang bermerek atau branded.

Adanya proteksi

Tarif bea masuk yang dikenakan pada barang-barang impor menjadi salah satu langkah proteksi membanjirnya barang-barang impor masuk ke tanah air. Untuk melindungi produk dalam negeri yang lebih mahal daripada barang impor, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi.

Membeli barang impor dikenakan bea masuk dalam rangka menjaga industri e-commerce dalam negeri yang masih terus tumbuh.  Setelah tiba di Indonesia, pesanan Anda akan diperiksa bea cukai dengan proses beragam, lalu dicek dengan kargo scanner dan pick up random atau acak bila barang tersebut disinyalir mencurigakan.

Peningkatan ekonomi

Bisnis e-commerce yang sedang booming menjadikan Indonesia target potensial bagi para pebisnis yang memanfaatkan tren posistif tersebut. Untuk mendorong peningkatan dan integrasi ekonomi tanah air, barang impor dari luar negeri dikenakan bea masuk yang mahal. Mengingat isu unemployment masih jadi tantangan yang besar di negeri ini, penetapan pajak untuk barang-barang impor bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan penguatan ekonomi dalam negeri agar industri-industri kecil tidak mati.

Tarif bervariasi

Tarif bea masuk bervariasi sesuai dengan jenis barang. Semakin tinggi harganya, maka pajak yang dikenakan untuk barang tersebut akan semakin besar. Jumlah biaya yang dikenakan telah diatur berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Pungutan juga dikenakan dari Pajak Pertahanan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Penghasilan (PPh pasal 22 Impor).

Penerapan sejumlah bea masuk pada barang-barang impor menjadi hal yang harus Anda cermati. Bisa saja pihak bea cukai salah menghitung biaya masuk dan mengenakan pungutan yang lebih besar dari ketentuan yang seharusnya. Bila hal itu tejadi, Anda bisa mengajukan keberatan dan meminta untuk koreksi dengan menunjukkan invoice resmi yang dikeluarkan pihak toko tempat membeli.

Harga barang tinggi

Hal ini patut jadi perhatian karena pajak barang dengan nilai yang tinggi dikenakan sejumlah pajak yang besar. Barang-barang yang nilainya kurang dari 50 USD akan dibebaskan dari pajak barang impor. Sedangkan, barang yang nilainya lebih dari 50 USD tidak dikenakan pembebasan pajak. Sebaiknya, pertimbangkan untuk membeli sejumlah barang yang nilainya tidak melebihi 50 USD tersebut. Perhitungan pajak akan dikonversikan ke dalam rupiah. Hindari membeli barang yang termasuk kategori barang mewah.

Itulah alasan kenapa impor barang kena pajak. Banyaknya kegiatan impor yang dilakukan masyarakat membuat pemerintah mengembangkan secara khusus sistem perhitungan sejumlah bea masuk atas barang-barang impor tersebut. Pahami dengan baik semua aturan bea masuk sebelum mulai melakukan proses impor. Semoga bermanfaat!

Manfaatkan Barang Impor dari China untuk Memulai Usaha

Photo Credit: Wikimedia Commons

China temasuk dalam empat puluh negara teraman untuk melakukan transaksi impor. Selain itu, jenis barang impor yang ditawarkan dari Negara Tirai Bambu ini juga sangat beragam. Dari segi harga sendiri, barang-barang dari China tergolong murah karena pemerintah setempat mendukung perkembangan UMKM mereka. Berbagai subsidi diberikan supaya impor kepada produk dari China terus diminati.

Anda masih merasa ragu untuk mengimpor barang dari China? Coba simak ulasan mengenai barang impor dari China di bawah ini.

Barang yang bisa Anda dapatkan di China

Sebagaimana telah disebutkan pada bagian pembuka, China menawarkan beragam jenis produk untuk diimpor. Barang-barang tersebut jelas susah untuk ditemukan di Indonesia. Tidak hanya itu, ada juga kemungkinan bagi Anda untuk mendapatkan produk dengan harga yang murah jika dibandingkan dengan di Indonesia. Dengan demikian, Anda dapat menggunakannya untuk memulai sebuah usaha yang menjanjikan.

Produk apa saja kira-kira yang bisa Anda impor dari China untuk memulai sebuah usaha? Importir telah merincinya dalam beberapa poin di bawah ini:

Pakaian

Produk-produk keluaran China telah dikenal memiliki harga yang murah sejak lama. Begitu pula dengan pakaiannya. Hal ini karena pengusaha setempat mendapat dukungan maksimal dari pemerintah. Mereka mendapatkan kemudahan dalam mengurus perizinan dan pajak usaha. Dengan demikian, harga yang mereka pasang untuk barang produksinya menjadi murah.

Menjual barang-barang tersebut ke dalam negeri jelas akan membawa keuntungan bagi Anda. Dengan harga beli yang rendah, Anda dapat memaksimalkan harga jual produk. Anda juga tidak perlu ragu karena pada umumnya produk pakaian dari China masih jarang untuk ditemukan di sini sehingga persentase produk laku bisa meningkat.

Onderdil kendaraan

Hal yang paling menyulitkan saat memiliki kendaraan adalah perawatannya. Terutama jika kendaraan Anda rusak dan harus mengganti onderdilnya. Tidak masalah jika onderdil tersebut tersedia di Indonesia, namun sering kali produk tersebut justru tidak tersedia. Mau tidak mau, Anda harus mengimpor dari luar negeri.

Skenario tersebut tidak hanya dialami oleh satu atau dua orang saja, tetapi jumlahnya cukup banyak. Oleh karena itu, peluang usaha dengan mengimpor onderdil dari luar negeri sangat menjanjikan. China merupakan negara yang dapat dijadikan sebagai supplier produk onderdil. Hal ini karena China tidak hanya memiliki beragam jenis onderdil, tetapi juga beragam kualitas yang dapat Anda pilih.

Peralatan elektronik

Saat ini, produk elektronik dari China sangat variatif dan mampu bersaing dengan pemain lama dari Jepang dan Korea Selatan. Banyak smartphone dan laptop keluaran China yang menjadi favorit masyarakat Indonesia saat ini. Jadi, keputusan untuk mengimpor barang elektronik dari China tidak ada salahnya.

Jika Anda masih ragu untuk mengimpor barang elektronik yang besar dan mahal, mulailah dengan mengimpor spare-part peralatan elektronik. Spare-part seperti kabel USB, mouse, hingga selang mesin cuci bisa Anda dapatkan di China dengan harga yang murah. Selain itu, prosesnya juga tidak akan terlalu berisiko saat Anda mengimpor peralatan elektronik yang besar.

Dari zaman dahulu hingga saat ini, China merupakan pemain lama dalam transaksi impor dan ekspor. Mulai dari zaman Jalan Sutra hingga kini teknologi e-commerce telah dilakukan, China masih tetap berjaya. Melakukan impor dari China juga bisa membantu Anda untuk memulai usaha baru. Tidak perlu proses yang rumit, cukup bergabung dengan Importir dan barang impor dari China sudah bisa Anda dapatkan.

Memulai Bisnis Sukses dengan Jasa Impor Barang

Photo Credit: PxHere.com

Saat ini, seluruh dunia telah terhubung melalui jaringan internet. Hal ini tentu memudahkan kita untuk melakukan berbagai hal mulai dari berkomunikasi hingga ekspor dan impor barang. Dari sini, muncullah peluang usaha yang tidak ada sebelumnya, yakni jasa impor barang. Jika Anda tertarik melakukan jasa impor, Anda bisa menilik caranya melalui ulasan ini.

Mengapa harus jasa impor?

Dewasa ini, inovasi sangat dibutuhkan dalam setiap bisnis. Tanpa adanya inovasi, bisnis Anda tidak akan berkembang dan jumlah keuntungan yang diperoleh akan stagnan. Untuk itu, Anda harus terus melakukan inovasi kepada bisnis Anda. Entah itu dari segi etos kerja maupun dari segi produk jasa yang ditawarkan.

Jika memang Anda menginginkan inovasi produk tanpa proses yang rumit, cobalah untuk melakukan impor. Dengan melakukan impor, Anda kemungkinan besar akan menemukan produk unik yang tidak bisa ditemukan di dalam negeri. Selain itu, impor juga akan membuat bisnis Anda semakin berkembang. Dengan menjadi importir langsung, Anda tidak hanya menjual, tetapi juga bisa menjadi pemasok barang bagi para reseller atau dropshipper.

Bagaimana memulai bisnis jasa impor?

Sekarang masuk ke pertanyaan pentingnya, bagaimana caranya memulai bisnis jasa impor barang? Dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat pada saat ini, seharusnya untuk memulai bisnis jasa impor barang tidaklah sulit. Pertama-tama, Anda cukup melakukan riset kecil-kecilan mengenai produk atau jasa apa yang akan laku di pasaran. Anda bisa bertanya pada orang di sekitar atau langsung mengecek ke situs e-commerce yang ada.

Pastikan juga Anda telah memperhitungkan dana yang harus disiapkan. Ingat, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, harus ada pengorbanan yang dilakukan terlebih dahulu. Bisnis jasa impor menghendaki Anda untuk mengeluarkan dana di awal sebelum dapat menikmati hasil yang melimpah di akhir. Oleh karena itu, persiapkanlah dengan baik dana untuk memulai bisnis Anda.

Apa saja yang harus dipersiapkan?

Ternyata, selain dana, Anda juga harus mempersiapkan beberapa hal lain sebelum memulai jasa impor barang. Satu hal yang paling penting dalam jasa impor adalah cukai. Anda perlu ingat bahwa transaksi impor berbeda dengan transaksi jual-beli di dalam negeri. Impor membutuhkan serangkaian proses yang terkait dengan kebijakan jual beli dua negara (atau lebih). Proses tersebut tidak main-main, karena ada kemungkinan barang Anda ditahan akibat menyalahi aturan yang ada.

Hal yang harus dihindari

Supaya barang Anda dapat sampai ke tempat tujuan dengan selamat, ada baiknya untuk menghindari beberapa hal sebelum melakukan impor. Satu hal yang pasti harus dihindari adalah mengimpor barang yang memang dilarang oleh negara. Untuk mengetahui barang apa saja yang dilarang, Anda dapat mengecek di laman resmi Ditjen Bea dan Cukai Indonesia.

Hal lain yang harus Anda hindari adalah mencari supplier dengan terburu-buru. Keberadaan supplier dalam bisnis jasa impor sangat penting adanya. Oleh karena itu, Anda tidak boleh terburu-buru dalam menentukan supplier. Lakukanlah beberapa cross-check sebelum Anda menentukan supplier, jangan hanya tergiur dengan harga murah yang mereka tawarkan.

Melakukan bisnis impor di masa sekarang memang mudah dan profit yang didapatkan cenderung tinggi. Namun, hal tersebut tidak boleh membuat Anda terlena, bagaimana pun juga proses impor memiliki seluk-beluk rumit yang tidak bisa diremehkan. Apabila Anda memang tertarik untuk melakukan bisnis jasa impor, Anda bisa bergabung bersama Importir yang telah terbukti aman dan mudah.

Peluang Bisnis Barang Impor Cina Termurah

Photo Credit: Pexels

Meningkatnya demand produk-produk berkualitas dari Cina membuat bisnis impor jadi salah satu peluang yang dimanfaatkan para pebisnis untuk mendapatkan profit yang menjanjikan. Seperti jual beli dalam negeri, banyak peluang yang bisa Anda tangkap untuk memulai bisnis impor. Apa saja? Inilah peluang bisnis impor cina termurah.

Harga terjangkau

Harga produk yang murah jadi daya tarik utama pebisnis banyak mengimpor barang dari Cina. Cina telah lama dikenal di seluruh dunia sebagai pusat barang murah. Barang impor dari Cina meski memiliki harga yang sangat murah, namun kualitasnya tak diragukan lagi.

Anda juga bisa melakukan tawar menawar harga barang menjadi lebih murah dari harga sebelumnya. Hal itu akan membuat Anda bisa menjual kembali barang tersebut berlipat-lipat dari harga toko. Inilah yang membuat impor barang dari Cina bisa jadi peluang yang sangat menjanjikan.

Limited edition

Impor barang dari Cina sangat menguntungkan. Mengapa? Barang-barang impor dari Tiongkok tergolong limited edition dan produknya jarang ditemukan di Indonesia. Produsen-produsen di Cina selalu berusaha menciptakan produk baru untuk memenangkan sengitnya persaingan di pasar global.

Inovasi tersebut yang membuat produk-produknya unik dan langka. Peluang ini bisa Anda manfaatkan mengingat produsen barang-barang tersebut di Indonesia masih kurang dan belum dapat memenuhi permintaan pasar yang sangat banyak.

Kualitas bagus

Anggapan bahwa barang dari Cina tidak tahan lama dan mudah rusak karena harganya murah tidaklah benar. Sebagian besar produk yang dijual di dunia diproduksi di Cina. Bahkan brand ternama asal Amerika juga banyak yang mempercayakan proses produksi barangnya dilakukan di Cina.

Cina dikenal sebagai negara penghasil barang berkualitas bagus dan murah. Para produsen selalu melakukan prosedur cek kualitas produk terlebih dahulu sebelum produk siap dikirim keluar negeri. Dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau, Anda tidak akan kesulitan memasarkan produk-produk dari Cina ini.

Potensi profit tinggi

Harga produk-produk Cina yang murah akan membuat Anda memperoleh keuntungan yang besar. Anda bisa memborong produk semurah mungkin dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Bahkan bisa lebih dari 100% dari harga sebelumnya. Misalnya, premium tempered glass untuk HP yang diimpor dari Cina dengan harga hanya 13 ribu rupiah dapat dijual dengan potensi harga 150 ribu rupiah.

Dengan jumlah populasi penduduk Indonesia yang besar, ini bisa dimanfaatkan sebagai target market barang impor. Anda bisa mendapatkan harga termurah dari supplier, menentukan sendiri harga jual produk, dan memasarkannya. Keuntungan yang besar pun akan mudah didapat.

Mudah dikembangkan

Mengimpor barang dari Cina sudah pasti akan laku di pasaran karena kebanyakan produk Cina dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Menjadi importir adalah peluang besar bagi Anda untuk mengembangkan bisnis. Hal ini karena di Indonesia belum banyak pengusaha yang terjun di bidang bisnis impor khusus barang dari Cina. Berkembangnya bisnis online dan berbagai kemudahan yang didapatkan dari teknologi berbasis internet akan membuat bisnis Anda mudah untuk dikembangkan lagi.

Bisnis impor atau bisnis yang berhubungan dengan aktivitas masuknya barang ke wilayah Indonesia baik melalui darat, laut, maupun udara adalah bisnis yang layak untuk Anda coba. Peluang untuk meraih kesuksesan menjadi importir produk Cina sangat besar. Anda bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga termurah. Selamat mencoba!

Raih Keuntungan Besar Jual Baju Impor Murah Dengan Cara Ini

Photo credit: unsplash.com

Berbisnis baju impor murah masih menjadi alternatif terbaik bagi importir pemula seperti Anda. Hal ini disebabkan karena penduduk Indonesia cenderung konsumtif terhadap perkembangan fashion dunia. Terlebih pada remaja yang selalu ingin tampil fashionable setiap saat.

Untuk itu, Anda dapat meraih keuntungan besar lewat baju impor murah yang dijual. Penasaran seperti apa caranya? Yuk, simak!

Mengikuti tren fashion

Sebagai importir yang bergerak dibidang fashion style, tentu Anda harus selalu up-to-date dengan perkembangan gaya busana yang tengah berlangsung. Ingat, masing-masing target market memiliki tren fashion yang berbeda.

Misalnya, bagi Anda yang memiliki konsumen berusia remaja, saat ini cenderung lebih menyukai tren fashion Korea. Sebaliknya, jika konsumen Anda adalah ibu rumah tangga, maka saat ini mereka lebih menyukai tren modestfashion. Dengan mengikuti tren fashion, tentu baju impor yang Anda tawarkan lebih menarik minat beli.

Mengutamakan kualitas

Beberapa importir menganggap remeh persoalan kualitas saat berjualan baju impor. Padahal kualitas menjadi kunci utama pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Seberapa trendi atau hype baju impor yang ditawarkan tidak menarik minat beli jika berada dalam kondisi cacat. Kualitas juga akan menentukan apakah konsumen tersebut akan kembali untuk pembelian selanjutnya, atau bahkan tidak sama sekali.

Mematok harga kompetitif

Persaingan bisnis baju impor murah di Indonesia saat ini sudah semakin sengit. Tak heran jika para importir pun akhirnya berkompetisi dalam mematok harga jual baju import mereka. Sebaiknya, Anda tidak mematok harga yang jauh di atas angka penjualan baju impor tersebut di negara asalnya. Hal ini akan membantu Anda untuk bertahan di tengah persaingan bisnis baju impor murah yang semakin memanas.

Menciptakan katalog produk sendiri

Setelah menentukan harga jual baju impor, Anda perlu mengasah kreativitas lebih dalam untuk menciptakan katalog produk sendiri. Sekali pun baju impor murah tersebut sudah tersedia fotonya dari pihak supplier, tidak ada salahnya jika Anda membuat katalog lagi dari proses foto dan editing secara mandiri. Hal ini tentu akan meningkatkan daya tarik baju impor Anda dibandingkan dengan importir lain yang serupa.

Tawarkan program membership

Sebelum mengharap keuntungan besar jual baju import, coba lebih dulu Anda mempertahankan daya tarik di hadapan konsumen. Melalui program membership atau keanggotaan, konsumen akan merasa lebih dekat dengan bisnis Anda. Terlebih jika terdapat penawaran-penawaran menarik yang hanya diperoleh oleh anggota saja. Percaya atau tidak, program membership ini jugalah yang dilakukan oleh berbagai outlet penjual baju impor murah. Dan terbukti sukses!

Mengadakan program diskon

Konsumen mana yang tak suka dengan diskon? Jangan ragu mengadakan program diskon bagi pembeli setia produk baju impor Anda. Namun, nominal potongan diskon sebaiknya juga harus diperhatikan agar tidak menyebabkan kerugian tersendiri bagi perusahaan. Umumnya, program diskon ini diadakan pada perayaan spesial seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, atau bahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Itulah tadi beberapa cara yang dapat Anda lakukan guna meraih keuntungan besar dari berjualan baju impor murah. Sebagai catatan tambahan, Anda dapat menjual baju impor murah secara online ataupun konvensional melalui sebuah toko/outlet sederhana.

Jangan lupa untuk selalu rutin mengecek ketersediaan stok agar Anda dapat menjadwalkan pengiriman impor dari supplier di periode selanjutnya. Selamat mencoba!

Raup Untung Besar dengan Jadi Importir Barang Cina

Photo Credit: Pexels

Meningkatnya permintaan barang membuat bisnis impor menjadi salah satu peluang bagi para pebisnis untuk mengambil keuntungan. Tahukah Anda bila sebagian besar barang dan produk yang dijual di dunia diproduksi di Cina? Merek-merek ternama asal Amerika pun banyak yang proses produksinya dilakukan di Cina. Di antara berbagai jenis impor barang, impor barang dari Cina cukup menjanjikan. Mengapa? Inilah alasan Anda bisa meraup untung besar dengan jadi importir barang Cina.

Harga barang relatif murah

Harga barang impor dari Cina sangatlah murah dan kualitasnya tidak jauh beda dengan produk sejenis dari negara-negara lain. Bahkan Anda bisa menawar harga barang hingga lebih murah dari harga yang ditawarkan sebelumnya. Murahnya harga tersebut dapat membuat anda leluasa menjual kembali produk tersebut hingga beberapa kali lipat dari harga asal.

Memperoleh untung? Sudah pasti. Mendapatkan barang dengan harga murah juga dapat menguntungkan Anda karena bisa mengurangi biaya yang Anda keluarkan untuk impor. Inilah yang membuat impor barang dari cina sangat menguntungkan.

Barang yang dijual unik

Barang yang dijual di Tiongkok cukup unik dan tergolong langka di Indonesia. Produsen produk di negeri tirai bambu tersebut tak pernah berhenti melakukan inovasi terhadap barang atau produk yang mereka buat. Hal inilah yang membuat banyak barang unik dan langka diproduksi sehingga jarang ditemukan di Indonesia. Secara otomatis, hal ini dapat menjadi peluang Anda untuk menjual barang impor tersebut karena produsen di Indonesia masih kurang sementara permintaan sangat banyak.

Barang berkualitas baik

Banyak orang menganggap bahwa barang dari Cina harganya murah, tidak awet, dan cepat rusak. Hal ini tidak benar karena produk impor Cina memiliki kualitas bagus. Cina adalah surganya barang-barang bagus dan murah. Barang-barang tersebut sebelum siap diimpor biasanya akan melalui cek kualitas produk terlebih dahulu.

Jadi, harga jualnya murah dan kualitasnya pun oke. Dengan kualitas barang yang bagus, pemasaran dan penjualan produk-produk tersebut pun relatif mudah. Anda bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dan tentunya akan mendatangkan keuntungan yang besar.

Margin keuntungan besar

Murahnya harga produk di Cina membuat Anda akan mendapatkan margin keuntungan yang besar. Dengan harga semurah mungkin, Anda bisa mendapat margin hingga 100-1000% saat menjual produk impor Cina di Indonesia. Dengan jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 250 juta jiwa, negara ini memberikan peluang pasar yang sangat potensial. Anda bisa mengatur sendiri harga barang yang akan dijual tanpa khawatir mengalami rugi. Dijamin Anda akan untung besar bila melakukan bisnis impor barang Cina.

Cepat berkembang

Banyak produk Cina yang membanjiri pasar dalam negeri. Hampir semua produk yang dibutuhkan masyarakat merupakan produk Cina, sebut saja pakaian, kosmetik, hingga peralatan rumah tangga. Menjadi importir barang Cina akan membuka peluang besar bagi Anda untuk menjadi reseller atau dropshipper karena bisnis impor barang Cina belum banyak dilakukan di Indonesia. Melakukan bisnis secara online biasanya juga akan membuat bisnis impor Anda dikenal dengan mudah dan cepat berkembang.

Kesempatan untuk meraih sukses menjadi importir produk Cina terbuka lebar. Membeli barang langsung dari supplier di Cina lalu memasang label merek dan menujual produk tersebut dengan harga berlipat, Anda bisa meraup untung besar dengan jadi importir barang cina. Asalkan selalu tekun dan berani untuk menghadapi semua risiko, mengapa tidak mencoba berbisnis jadi importir?

Serba-serbi Barang Impor, dari Awal Mula sampai Perkembangannya

Photo Credit: PxHere.com

Bisnis impor kini tengah menjadi primadona. Permintaan terhadap barang impor terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, tahukah Anda bagaimana transaksi impor dapat terjadi pada mulanya? Lalu, bagaimana perkembangan impor sejak saat itu? Anda bisa menemukan jawabannya melalui ulasan di bawah ini.

Sejarah aktivitas impor

Transaksi impor tertua di dunia yang tercatat adalah antara orang-orang Asiria (sekarang Irak) dengan orang-orang Kanesh di Cappadocia, Turki pada abad 19 SM. Barang yang mereka impor utamanya adalah rempah dan sutra. Seluruh transaksi ini dilakukan melalui jalur darat sehingga memakan waktu yang sangat lama.

Impor berkembang menjadi sangat pesat setelah perjalanan diplomatis seorang duta dari Dinasti Han, Zhang Qian, ke Asia Tengah. Perjalanan tersebut lantas melahirkan sebuah jalur yang terkenal hingga saat ini, Jalur Sutra. Jalur Sutra menghubungkan Tiongkok dengan India, Persia, bahkan jauh ke Romawi di Eropa. Barang-barang yang menjadi transaksi pun beragam, mulai dari sutra, rempah, hingga bibit tumbuhan.

Tentang barang impor

Barang impor atau barang yang didatangkan dari luar negeri sangat beragam variasinya. Namun, dari awal sejarah terjadinya impor, barang yang paling tinggi permintaannya (high demand) untuk diimpor adalah rempah dan kain sutra. Negara-negara Eropa sudah lama dikenal sebagai importir rempah-rempah dari negara di Asia Tenggara, terutama Indonesia.

Pada umumnya, barang impor adalah barang yang sulit atau tidak bisa ditemukan di dalam negeri sehingga untuk mendapatkannya harus didatangkan dari luar negeri. Seperti pada negara-negara Eropa, daratan di sana tidak memungkinkan untuk ditumbuhi rempah-rempah sehingga komoditas tersebut menjadi langka. Untuk mendapatkannya, mereka harus mengimpor dari negara lain yang bisa menghasilkan rempah.

Perkembangan impor

Mulai dari awal perkembangan peradaban manusia, transaksi impor tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, hingga saat ini impor terus dilakukan manusia. Bisa dikatakan, tanpa adanya impor, manusia tidak akan bisa bertahan hidup.

Perkembangan impor terus terjadi mulai saat Jalur Sutra dirumuskan hingga saat World Trade Organization (WTO) didirikan pada tahun 1995. Transaksi impor menjadi semakin mudah dan para pemain impor pun makin beragam karena saat ini hampir semua orang juga bisa melakukan transaksi impor. Transaksi impor tersebut biasanya dilakukan dengan bantuan jaringan internet.

Impor dulu dan kini

Sebagaimana yang telah dijabarkan pada poin sebelumnya, impor pada saat ini semakin mudah dilakukan. Hampir setiap orang bisa melakukan transaksi impor hanya bermodalkan jaringan internet. Hal ini tentu berbeda dengan impor yang dilakukan oleh nenek moyang kita. Untuk melakukan impor, mereka harus mendatangi langsung supplier barang impor. Padahal ada kalanya negara yang menjadi supplier terletak jauh dari Indonesia.

Risiko yang timbul pada masa itu pun sangat tinggi. Tidak jarang barang yang diimpor justru rusak sebelum sampai di tujuan karena adanya gangguan di perjalanan, mulai dari cuaca hingga para perompak yang terus mengintai. Beruntunglah kita yang hidup di masa sekarang, transaksi impor bisa kita lakukan dengan risiko yang seminim mungkin.

Bahkan jika memanfaatkan teknologi dengan menggunakan situs impor seperti Importir, Anda akan mendapatkan barang impor dengan mudah dan tentunya aman. Hal ini karena Importir akan membantu Anda untuk mendapatkan supplier yang terpercaya melalui proses yang aman dan tanpa kendala.

7 Cara Berjualan Barang Impor yang Dijamin Sukses

Photo credit: unsplash.com

Di era globalisasi seperti saat ini, berjualan barang impor menjanjikan keuntungan lebih besar bagi para pebisnis. Apalagi didukung dengan berbagai sarana komunikasi dan transportasi yang memudahkan Anda dalam berjualan barang impor. Tentu saja, berbisnis barang impor tetap membutuhkan strategi yang tepat. Berikut tujuh cara berjualan barang impor yang dijamin memberi kesuksesan untuk Anda!

Lakukan riset produk

Sama seperti berjualan barang konvensional buatan dalam negeri, sebelum menjadi importir sebaiknya Anda terlebih dulu melakukan riset produk. Termasuk dalam hal kualitas, kuantitas, dan keuntungan yang akan didapatkan dari berjualan barang impor tersebut. Sebaiknya pilih produk yang sudah Anda kuasai dengan baik. Hal ini akan membantu Anda dalam menyeleksi produk berkualitas terbaik di antara produk serupa yang banyak dijual oleh supplier. Dengan begitu, barang impor yang dibeli tidak menimbulkan kerugian untuk Anda.

Pilih barang berisiko rendah

Bagi importir pemula, ada baiknya jika memulai berjualan barang impor dengan produk rendah risiko. Pilih barang impor yang dipakai di luar saja, bukan dikonsumsi seperti bahan makanan atau obat-obatan. Pasalnya, barang-barang konsumsi yang diimpor lebih berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa seseorang. Jika salah memilih produk, maka Anda akan terancam hukuman pidana, terlebih apabila sampai jatuh korban.

Sesuaikan dengan target audiens

Setelah menemukan barang impor yang tepat, cek kembali apakah barang tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Pastikan bahwa barang impor pilihan Anda diminati dan punya jumlah calon konsumen cukup besar. Penyesuaian dengan target audiens ini merupakan kunci utama kesuksesan berjualan barang impor.

Hindari barang palsu/KW

Pada dasarnya, peraturan mengenai merek dagang atau hak paten di beberapa negara eksportir seperti Tiongkok belum seberapa ketat. Tak heran jika masih banyak barang impor berkualitas KW atau palsu beredar bebas. Namun, untuk mengantisipasi barang impor Anda ditolak oleh petugas bea cukai, maka sebaiknya hindari untuk pembelian barang palsu maupun KW. Perlu diketahui, mengedarkan atau menjual barang palsu/KW juga ada tuntutan pidananya.

Selektif memilih supplier

Tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kredibilitas supplier barang Anda. Pilih supplier yang memang memiliki track records baik di kalangan importir seluruh dunia. Anda juga bisa memanfaatkan situs e-commerce online sperti AliExpress atau TaoBao saat akan berjualan barang impor dari Tiongkok. Umumnya, kedua situs e-commerce ini menampilkan informasi lengkap tentang spesifikasi produk dan harga rata-rata yang dijual oleh para supplier. Artinya, Anda dapat lebih mudah, cepat, dan tepat dalam menemukan supplier untuk bisnis impor.

Pelajari urusan bea cukai

Berapa pun ukuran dan jumlah barang impor yang masuk harus melalui screening Bea Cukai. Selain menyertakan Nomor Identitas Kepabeanan, sebagai importir Anda juga harus memahami bahwa terdapat dua jenis Angka Pengenal Importir (API). Pertama, API-U (Umum) untuk barang impor yang akan diperdagangkan kembali. Kedua, API-P (Produsen) untuk barang impor yang akan digunakan oleh suatu perusahaan importir itu sendiri.

Manfaatkan media sosial secara maksimal

Media sosial adalah tempat terbaik untuk Anda berjualan barang impor. Pasalnya, melalui media sosial, Anda dapat lebih mudah menjangkau audiens yang sesuai dengan target. Baik Facebook, YouTube, atau Instagram dapat menjadi pilihan tepat untuk Anda berjualan barang impor. Pastikan Anda selalu menampilkan gambar produk secara optimal serta tulis kualifikasi dari barang impor tersebut dengan jelas. Dalam waktu sekejap, Anda pun bisa menjadi importir yang sukses!

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk berjualan barang impor. Jadi, apakah sekarang Anda sudah siap berjualan barang impor sendiri di Indonesia? Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

It has a beach, harbour, theme park

No. This is because https://www.umjordanshoess.com my mum said when she was younger, and few years back, people cheap jordans online (who haven’t got anything better to do), gave out dates that the world would end, and we are still here. People have also got this from the horror film, 2012. Hoffmann La Roche Ltd. Develops and manufactures pharmaceutical, medical and diagnostic products. The company has a huge brand image, broad product portfolio, and cheap jordans shoes strong distribution network around the globe.

It is true that New Year doesn’t make everyday life any saner. My Christmas presents had included a possible aid to my hearing in noisy situations: Only, improbably called a Roger Pen, (and its accompaniment, Roger My Link, entertained my sister no end), it soon cheap jordans china became clear that it could be nothing to write home about as the actual pen was missing. So, minus the replacement, apparently to have been sent hurtling up the M1 by the suppliers the day after Boxing Day, January 2 saw me shelling out for the original to be returned to them on January 3 which was eventually the 6th..

“In vitro, M ET receptor function was explored using pharmacological, gene silencing, and knockout approaches. Using the CD11b DTR mouse and novel mice with myeloid cell specific endothelin B (ETB) receptor deficiency (LysMETB/), we explored the effects of modifying M number and phenotype on the hypertensive effects of ET 1, angiotensin II (ANG II), a model that is ET 1 dependent, and salt. In patients withsmall vessel vasculitis, the impacts of cheap jordans 7 for sale M depleting and non get jordans online cheap depleting therapies on blood pressure (BP) and endothelial function were examined.

They offer traditional Asian cuisine with a local twist. With a unique menu ranging from spring rolls to lo mein, and a wide selection of beer and wine, this place will impress your beloved. Gift cards are also available online if you are looking for a last minute gift to treat that special someone.

Lots of things. Aberdeen is the 3rd largest city in scotland, and the second richest. It has a beach, harbour, theme park. Just thinking about all of this was cheap jordans on sale getting me, yes, cheap jordans shoes irritated. With all of this evidence of decline, how can we not be grumpy?Clearly, I needed to look at this issue a little more cheap air force scientifically. So I discovered that, according to the Mayo Clinic, men at this age experience a slow and continuous decrease in testosterone production..

FROM MY OPINION ABOUT THIS QUESTION: I establish a priority cheap jordans sale list of things to accomplish. Priority A, B and C. cheap yeezys Priority A contains must do items. Colors of cheap retros a logo present cheap nike shoes an interesting opportunity to utilize color theory to your business’ advantage. Different colors influence consumer perception based on the color theory which is to say you can use colors to convey company values or characteristics. For example, blue is associated with professionalism, trust, strength, and dependability.

Let your future employer know that her comment is here you are ambitious and are willing to learn. Example: I plan to achieve my goals by working hard, cheap jordans from china working smart, listening and learning from others who are expert in the field and obtaining further education as needed. I think you will find some wonderful information looking through the eyes of an employer.

No. It is a realistic fiction. A nonfiction is a real story. ADDITIONAL Yes, most bird farms butcher cockerels because they only need one cockerel for every 10 hens or so, and if they cheap jordans in china have 500 1,000 hens, and the farmer cheap jordan retro cheap jordans for sale 10 incubates 200eggs every month, for example, and at least %50 are cockerels, well, they’ve covered their rooster need already. However, remember this. Some people think butchering birds is cruel, and, sometimes, with improper technique, it can be, but if we were to keep all the cockerels, worse things, such as natural cock fighting would occur (they can, and will kill each other), and the chicken population would run over.

Helmsley and Harry B. Helmsley Charitable Trust, and conducted by researchers led by Dr. “Our cell engineering and delivery system based platform may allow us to cheap authentic air jordans for sale program and control dynamic protein delivery for the long cheap air jordans 3 term treatment of cheap jordans aliexpress debilitating cheap jordan 13 diseases.”.

The final touch will be the building of a “technological axis”, a walkable tunnel built above the ground where batteries, photovoltaic panels and small nuclear reactors would be stationed. These would see to the base’s considerable electrical needs, which include the power necessary to maintain the cheap jordan shoes for women magnetic field. Other elements could include garages and warehouses for cheap retro jordans free shipping exploration vehicles, as cheap jordan sneakers well as an astronomical observatory..

Dr. Seuss, Theo LeSieg, Rosetta Stone, and Theophrastus Seuss I’m not sure all the names are known, but most of his early (pre college) works were submitted under the name “Peter Pessimist”. In college, in order to get around a ban from contributing to the school newspaper and humor magazine (due to being caught drinking during prohibition), he began submitting his work under various names including “L.